Selamat datang di blog Femy Ariefiane Chandra semoga bermanfaat dan selamat membaca ☺

Selasa, 23 Desember 2014

Peta Kognitif Keterampilan Dasar Konseling

Jika ingin mendownload peta kognitif dibawah ini klik disini

KETERAMPILAN DASAR KONSELING
PETA KOGNITIF
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ketrampilan Dasar Konseling

Dosen Pengampu : Muslikah, M.Pd
 Zakki Nurul Amin, S.Pd

Oleh
Femy Ariefiane Chandra
1301413044


JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014

PETA KOGNITIF
ATTENDING, OPENING (PEMBUKAAN), ACCEPTENCE (PENERIMAAN)
Keterampilan
Definisi
Tujuan
Modalita
Contoh
Attending (perhatian)
Ketrampilan atau teknik yang digunakan konselor untuk memusatkan  perhatian kepada klien agar klien merasa dihargai dan terbina suasana yang kondusif sehingga klien bebas mengekspresikan atau mengungkapkan tentang apa saja yang ada dalam pikiran, perasaan, ataupun tingkah lakunya
Ø Meningkatkan harga diri klien, menciptakan suasana  aman bagi klien, memberikan keyakinan kepada klien bahwa konselor adalah tempat dia mudah untuk mencurahkan segala isi hati dan perasaannya, dan terbina suasana yang kondusif.
·         Posisi duduk menghadap klien,
·         Tangan diatas pangkuan atau berpegang bebas,
·         Melihat klien ketika sedang berbicara,
·         Mengekspresikan minat dan keinginan mendengarkan serta merespon klien.
·         Mendengarkan segala hal yang disampaikan oleh klien.

Klien: “Ibu, saya bingung mengapa saya terus kepikiran dengan nilai UAS saya padahal saya sudah belajar dan mengerjakan dengan bersungguh-sungguh…..….”
Konselor: “(tetap memandang, mendengarkan, dan merespon apa yang disampaikan oleh klien)”
Opening (pembukaan)
Ketrampilan atau teknik untuk membuka atau memulai komunikasi atau hubugan konseling.
o   Membina hubungan baik antara klien dan konselor
o   Memperoleh kepercayaan dari klien.
o   Memberikan penghargaan kepada klien.
o   Klien dapat bebas dan nyaman serta terbuka dalam mengungkapkan masalah.
v Memberi atau menjawab salam, menyebut nama klien dan mempersilahkan duduk,
v Membukakan pintu ruang konseling,
v Menjabat tangan, dan mendampingi klien saat menuju tempat duduk
Klien: “Selamat siang Bu”.
“Konselor: selamat siang nak Risma. silakan duduk! (berjabat tangan  dan mempersilakan untuk duduk)”.
Klien: (duduk)
Konselor: “Bagaimana kabarnya nak? Bagaimana hasil nilai Unnya? Nampaknya kamu kelihatan sedang sedih, apakah ada suatu hal yang ingin kamu bicarakan kepada Ibu”

Acceptance (penerimaan)
Teknik yang digunakan konselor untuk menunjakan minat  dan pemahaman terhadap hal-hal yang dikemukakan klien.
§  Menunjukkan kedekatan daripada sikap dan menunjukkan tingkat keterbukaan dan ketulusan hati konselor
§  Klien merasa dihargai dan diterima keberadaannya.

Modalita ada 2 jenis :
v Verbal:   
1.      oh….ya, kemudian/lalu,
2.      ya….ya,
3.      hem…,
4.      saya memahami,
5.       saya dapat merasakan, dll.

v  Non-verbal:  1. Anggukan kepala
2. Posisi duduk condong ke depan
3. Perubahan mimik
2. Memelihara kontak mata dll.
Klien: “Bu, kemarin orang tua saya bertengkar lagi dan saya sedih melihatnya..”.
Konselor: “Saya dapat memahami, memang masalah apa nak?”
Klien: “Ceritanya panjang bu,kemarin ketika saya sampai rumah…….”
Konselor: “(memperhatikan sambil memelihara kontak mata dan posisi duduk condong ke depan)”.

PETA KOGNITIF
RESTATEMENT
Keterampilan
Definisi
Tujuan
Modalita
Contoh Aplikasi
Restatement (pengulangan)
Keterampilan yang digunakan oleh konselor untuk mengulang atau menyatakan kembali pernyataan klien yang dianggap penting.
ü  Untuk mengecek persepsi konselor itu sendiri
ü  Untuk menyakinkan bahwa konselor  mengerti apa yang digambarkan konseli
ü  Menemukan kembali inti dari masalah yang disampaikan oleh klien.
Pengulangan kata ex: tidak mau berteman
Klien: “Bu, saya bingung dengan teman saya bu, semenjak kita berbeda kelas dia sudah jarang mau menyapa maupun mengobrol dengan saya dan dia seperti sudah tidak mau berteman lagi dengan saya bu”
Konselor: “Temanmu tidak mau berteman lagi?”

PETA KOGNITIF
REFLECTION OF FELLING
Keterampilan
Definisi
Tujuan
Modalita
Contoh Aplikasi
Reflection of feeling (pemantulan perasaan)
Keterampilan yang digunakan oleh konselor untuk memantulkan perasaan atau sikap yang terkandung dibalik pernyataan klien.
1.      Membantu klien memahami perasaannya,
2.      Konseli merasa di mengerti perasaan.
3.      Agar klien lebih percaya diri
4.       Mendorong klien agar lebih banyak mengekspresikan perasaannya,
5.      Membantu klien membedakan intensitas
berbagai perasaan yang ada dalam dirinya.
Respon refleksi secara visual:
1.      Nampaknya Anda…,
2.       Sepertinya Anda…
Respon refleksi secara auditori:

3.      Kedengarannya Anda…,
4.      Saya mendengar bahwa Anda…
Respon refleksi secara kinestetik: 1. Saya dapat memahami…,

2. Anda sedang…
Klien: “ Saya sedih dengan hasil nilai ujian saya semester kemarin karena saya sudah berusaha bersungguh-sungguh namun hasil yang saya dapatkan tidak sesuai dengan harapan saya”
Konselor: “Nampaknya anda merasa sedih”.

PETA KOGNITIF
CLARIFICATION DAN PARAPRASHING
Keterampilan
Definisi
Tujuan
Modalita
Contoh Aplikasi
Clarification 
Keterampilan konselor untuk mengungkapkan kembali isi pernyataan klien dengan menggunakan kata-kata baru dan segar.
1.      Mendorong klien untuk melakukan elaborasi
2.      Memeriksa ketepatan apa yang didengar konselor terhadap pesan-pesan klien
3.      Memperjelas pesan-pesan yang samar atau
membingungkan.

1.      Pada dasarnya…
2.      Pada intinya…
3.      Pada prinsipnya…
4.      Dengan kata lain….
Klien: “ Bu,  akhir-akhir ini barang-barang yang ada dikamar saya sering hilang semenjak saya punya teman kos baru. Padahal setahun yang lalu saat saya dengan teman kos yang lama tidak ada barang-barang saya yang hilang”.
Konselor: “Dengan kata lain anda beranggapan bahwa teman sekamar anda yang baru yang mencuri barang anda? “

Paraprashing (parafrase)
Keterampilan konselor untuk menggunakan kata-kata dalam menyatakan kembali esensi dari ucapan-ucapan klien.
Memberi arahan jalannya wawancara konseling dan menyatakan kembali ungkapan klien.
1.      Nampaknya yang Anda kaatkan …,
2.      Jika Anda berpikiran bahwa Anda…,
3.       Menurut Anda…,
4.      Anda mengatakan bahwa Anda.....
Klien: “Saya bingung bu. Sahabat saya semuanya menjauhi saya, saya bertengkar dengan teman kos saya, pacar saya mendiamkan saya bu dan yang lebih parah lagi orang tua sayapun juga tidak menghubungi saya semenjak semingu yang lalu bu..”
Konselor: “Anda mengatakan bahwa semua orang terdekat anda menjauhi anda dari sahabat anda, anda bertengkar dengan teman kos anda, dan orang tua andapun tidak perhatian dengan anda”

PETA KOGNITIF
STRUCTURING
Keterampilan
Definisi
Tujuan
Modalita
Contoh Aplikasi
Structuring (pembatasan) terdiri dari:
·   Time limit
·   Role limit
·   Problem limit
·   Action limit
Teknik yang digunakan konselor untuk memberikan batas-batas atau pembatasan dalam proses konseling.
1.      Agar proses konseling dapat berjalan sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dalam konseling.
2.      Agar terjalin persamaan pandangan antara konselor dengan klien.
3.       Klien menjadi siap dalam proses konseling.
Role limit:
1.      Menurut pemahaman saya tentang konseling
Time limit, role limit, Action Limit:
1.      Untuk memperlancar proses konseling…,
2.      Perlu diketahui bahwa...Problem Limit:
1.      Dalam masalah yang Anda kemukakan tadi terdapat…
Time  limit dari Konselor :
Klien: “Bu, sekarang ini saya sedang memiliki masalah dengan pacar saya di daerah saya. Saya ingin membicarakan hal ini pada dia. Sebab masalah saya dengan pacar  saya sudah mengganggu konsentrasi belajar saya di sekolah”.
Konselor: “Baguslah, Anda datang kemari untuk membicarakan masalah Anda pada saya, akan tetapi perlu diketahui bahwa kita hanya mempunyai waktu 40 menit untuk membicarakan masalah ini, sebab nanti jam 12.00 Ibu ada rapat dengan kepala sekolah. Oleh sebab itu, marilah kita manfaatkan waktu yang singkat ini dengan sebaik-baiknya”.

Role Limit :
Klien : “ Bu, saya bingung bercerita dengan siapa lagi? Saya sudah menjelaskan kepada pacar saya bahwa yang difoto itu hanya teman saya, bukan selingkuhan saya. Namun dia tidak percaya dengan saya bu. Karena itu saya datang kemari untuk meminta nasihat dari ibu.
Konselor :Iya, Ibu dapat memahami perasaan anda. Anda meminta nasihat dari saya? Tapi perlu anda ketahui bahwa saya disini tidak dapat memberikan nasihat sebagaimana yang anda minta, namun  marilah kita bicarakan bersama masalah anda itu kemudian kita cari jalan keluarnya bersama-sama.

Problem Limit :
Klien : “ Bu, saya galau. Disaat pelajaran berlangsung saya sering melamun memikirkan pacar saya bu saya khawatir dengan dia yang sekarang sedang sakit. Selain itu uang ibu yang dititipkan kepada saya hilang bu, apalagi teman sekelas saya ada yang mendiamkan saya tanpa sebab bu. Saya harus bagaimana bu? “
Konselor : “ dalam masalah  yang anda kemukakan  tadi setidaknya ada tiga masalah yaitu masalah pribadi anda yang sering melamun karena pacar anda, uang ibu yang hilang, dan masalah didiamkan oleh teman sekelass. Nah dari masalah ketiga tersebut mana yang mendesak untuk dibicarkan terlebih dahulu?”

Action Limit :
Klien : “ Bu, saya tidak mau kedua orang tua saya bercerai bu. Saya ingin mereka kembali satu rumah lagi dengan saya. (sambil menangis dan membuang-buang tisu di ruangan konseling)
Konselor : “ Iya, tenang-tenang anda boleh bercerita apa saja disini, tetapi satu hal ya untuk memperlancar proses konselig boleh menangis namun tetap menjaga kebersihan ruangan konseling ini”
PETA KOGNITIF
LEADING DAN SILENCE
Keterampilan
Definisi
Tujuan
Modalita
Contoh Aplikasi
Leading (pengarahan)
Keterampilan konselor untuk mengarahkan pembicaraan klien dari satu hal ke hal yang lain secara langsung dan dengan menggunakan kalimat tanya.
1.      Untuk mendorong klien dalam merespon pembicaraan terutama pada awal-awal pertemuan
2.      Mengeksplorasi isi pembicaraan klien dengan faktor-faktor lain yang signifikan.
Lead khusus: apa…?, apakah…?, siapa…?, dimana…?
Lead umum: bagaimanakah…?, coba jelaskan…?, coba ceritakan…?
Lead Khusus :
Klien : “ Bu, saya punya teman kos baru dikos saya namun dia sudah berani masuk kamar saya tanpa ijin bu? “
Konselor : “Apa yang dilakukan teman anda saat dikamar? “
Lead Umum :
Klien: “Bu, saya punya masalah dengan teman satu kelas saya bu? “.
Konselor: “Coba ceritakan kepada ibu apa masalah anda dengan teman anda?”

Silence (diam)
Keterampilan konselor untuk menciptakan suasana hening dan tidak ada interaksi verbal antara konselor dengan klien dalam proses konseling.
1.      Memberikan kesempatan pada klien untuk istirahat atau mereorganisasi pikiran dan perasaannya atau mereorganisasi kalimat yang akan dikemukakan selanjutnya. 
2.       Mendorong klien atau memotivasi klien untuk mencapai tujuan konseling.
Diam untuk memberikan kesempatan pada klien untuk istirahat sejenak setelah menumpahkan perasaannya
Silince dari Konselor :
Klien: “Bu, bisa stress saya dengan tugas-tugas kuliah saya yang setiap pertemuan saja mendapatkan satu tugas bu. Belum tugas yang saya bisa kerjakan selesai kadang pun dalam satu mata kuliah itu ditambah tugas lagi.
Konselor: “(diam untuk memberikan kesempatan agar klien dapat istirahat sejenak setelah menumpahkan perasaannya)”.
Slince dari Konseli :
Klien : ”(datang langsung duduk,diam)”
Ko’n : (tersenyum untuk membuka pembicaraan) anda mempunyai masalah? Kok datang-datang diam?”
Klien : “ tetap diam”


PETA KOGNITIF
REASSURANCE
Keterampilan
Definisi
Tujuan
Modalita
Contoh Aplikasi
Reassurance (penguatan atau dukungan) terdiri atas :
·         Prediction reassurance
·         Postidion ressauarance
·         Factual ressaurance

Keterampilan yang dipakai oleh konselor untuk memberikan dukungan/penguatan terhadap pernyataan positif klien.
1.      Agar klien menjadi lebih yakin dan percaya diri terhadap keputusan yang telah diambil,
2.       Agar klien dapat lebih tabah dan tegar dalam menghadapi situasi atau hal-hal yang tidak menyenangkan bagi dirinya.
1.      Prediction reassurance(diawali approval reassurance) lalu dilanjutkan dengan kata: jika-maka, apabila-sehingga,tidak mustahil..., bila-sehingga, tidak menutup kemungkinan.
2.    Postdiction reassurance: setelah…, atas usaha yang telah Anda lakukan, dengan upaya yang telah Anda lakukan…
3.    Factual reassurance: sudah pasti…, sudah barang tentu…
Jenis Approval reassurance: bagus sekali, baik sekali, luar biasa, dan lain sebagainya.
Prediction reassurance :
Klien: “Bu, saya bingung harus bagaimana lagi akhir-akhir ini hubungan saya dengan pacar saya sedang tidak baik bu. Malah kadang sehari kita bertengkar berkali-kali, padahal saya sudah berusaha untuk mengalah dan tidak memperburuk keadaan tapi keadaannya pun tetap saja tidak membaik.”.
Konselor: “Bagus sekali jika Anda sudah berusaha untuk mengalah dan tidak memperburuk keadaan tidak menutup kemungkinan pacar anda akan bisa membaik seperti semula”.
Postdicition reassurance :
Klien : “Bu, saya beberapa hari yang lalu benar-benar merasa sedih bu. Saya dikira mengambil uang teman kos saya yang ada dikamarnya padahal saya seharian itu tidak masuk ke dalam kamarnya dan pagi-pagi pun saya tidak ketemu dia. Mungkin gara-gara kesalah-pahaman waktu itu saya ke kamarnya dan dia meninggalkan saya sendiri dan dia berfikiran bahwa saya yang telah mengambil uangnya. Untunglah bu dia bisa menerima penjelasan saya yang tidak sama sekali mengambil uang teman saya walaupun dia sedikit tidak percaya.
Konselor : “Bagus..bagus..,  setalah anda berusaha menjelaskan kepada teman anda tentang kesalah-pahaman tersebut ternyata teman kos anda mau menerima penjelasan anda. “
Factual Reassurance :
Klien : “ Bu, saya mempunyai sahabat sejak kecil dia itu anaknya pendiam, dan lugu. Tapi saya sangat kaget bu kemarin saya di beri tahu teman kecil saya yang satu kalau dia hamil diluar nikah padahal dia sangat pendiam bu dan setau saya dia tidak punya pacar dan jarang dekat dengan lelaki.”
Konselor : “ Iya, anda yang menjadi teman sejak kecil pun sudah pasti kaget ya mendengar berita sahabat anda yang pendiam, dan lugu itu hamil diluar nikah.”

PETA KOGNITIF
REJECTION DAN ADVICE
Keterampilan
Definisi
Tujuan
Modalita
Contoh Aplikasi
Rejection (penolakan)
Keterampilan konselor untuk melarang klien melakukan perilaku, pemikiran, dan perasaan yang akan membahayakan/merugikan dirinya atau orang lain.
1.      Untuk mengarahkan atau membatasi perilaku klien yang berbahaya.
2.      Agar klien memikirkan kembali rencana yang telh diputuskan.
3.       Mendorong klien menempuh tindakan lain sebagai pengganti tindakan yang merugikan.
4.       Mencegah klien melakukan tindakan yang merugikan dirinya.
Penolakan secara halus:
Coba pikirkan lagi…
Penolakan secara langsung:
1.      jangan…jangan Anda berbuat seperti itu,
2.      saya tidak setuju dengan rencana Anda…
Klien: “Bu, saya sedang sedih sekali teman dekat saya tiba-tiba menjauh dari saya dan akhir-akhir ini dia sering sekali membicarakan saya dengan teman yang lain dengan perkataan yang tidak baik bu, saya seperti dihina dan dikata wanita tidak baik bu saya sangat sedih sekali mendengar itu dari teman saya yang diceritakan oleh teman dekat saya bu saya rasanya ingin sekali bunuh diri karena harga diri saya seperti telah di injak-injak bu.“
Konselor: “Jangan...jangan Anda berbuat seperti itu, apa yang anda pilih bukanlah hal yang baik namun dapat merugikan diri anda sendiri coba tenang dahulu dan bicarakan secara baik-baik dengan teman anda”.
Advice (saran atau nasehat)
Ada 3 advice :
Ø  Advice langsung
Ø  Advice Persuasif
Ø  Advice Alternatif
Keterampilan konselor untuk memberikan nasehat atau saran pada klien. Jenisnya :
1.      Advice langsung : saran/nasehat yang diberikan langsung klien berupa fakta jika klien sma sekali tidak punya informasi
2.      Advice persuasive : saran/nasehat yang diberikan konselor bilamana klien mengemukakan alasan-alasan logis dan dapat diterima rencana yang akan dilakukan
3.      Advice alternative : nasihat/saran yang diberikan konselor setelah klien mengetahui kelebihan dan kelemahan setiap alternative.
1.  Agar klien lebih jelas dan lebih pasti mengenai apa yang akan dikerjakan. (advice persuasif).
2.  Agar klien mengetahui fakta mengenai informasi yang sama sekali belum klien ketahui (advice langsung)
Agar klien mangetahui kelebihan dan kekurangan setiap alternatif pilihan (advice alternatif).
1. Advice Langsung
a. “Sebaiknya anda...”
b.“Seyogyanya...”
c.“Semestinya…”
2.Advice Persuasif
a. “Berdasarkan yang anda ceritakan…maka.....”
b. “Berdasarkan alasan Anda… maka…”
c. “Sesuai pernyataan anda… maka…”
3. Advice Alternative
a. “Mari kita bicarakan bersama…”
b. “Mari kita diskusikan bersama…”

Advice langsung
Klien: “ Bu, saya sebenarnya ingin membuka usaha pakaian dirumah saya namun saya masih bingung harus memulai dengan yang mana dulu. Apa ibu bisa memberi tahu caranya supaya saya bisa memulai usaha pakaian dari yang mana dulu?”
Konselor : “Oh iya kebetulan ibu juga mempunyai teman yang memiliki usaha pakaian. Sebaiknya anda bertemu dengan teman saya yang memiliki usaha pakaian dahulu supaya lebih jelas mana yang harus dimulai terlebih dahulu.

Advice  persuasive :
Klien : “Bu, saya sebenarnya merasa sangat merepotkan orang tua saya bu, setiap saya kehabisan barang bulanan saya selalu diberi barang yang berlebih untuk cadangan saya dikos. Jadi saya merasa tidak bisa mandiri bu, saya tidak bisa mengetahui apa saja barang-barang yang harus saya beli. Saya sangat ingin bisa membeli barang perlengkapan saya sendiri tanpa meminta orang tua bu.
Konselor : “ Berdasarkan yang anda ceritakan bahwa anda merasa menjadi anak yang merepotkan orang tua dan tidak bisa mandiri maka keinginan untuk bisa membeli barang perlengkapan tanpa meminta orang tua itu merupakan ide yang bagus selagi kamu mampu. “
Advice Alternative:
Klien : “ Bu, bagaimana ini besok saya harus bertemu dengan klien saya yang ada di dua tempat dengan waktu yang sama yang satu di Semarang yang satu di Jogjakarta. Klien saya itu kedua-duanya sangat penting dan harus ditemui. Saya bingung harus memilih yang mana? “
Konselor : “ Baiklah, mari kita bicarakan bersama keuntungan dan kerugian apabila anda memilih klien yang ada di Semarang dan di Yogyakarta, sehingga nanti kita temukan pilihan yang paling menguntungkan bagi anda”.

PETA KOGNITIF
KONFRONTASI
No.
Jenis
Definisi
Tujuan
Modalita
Aplikasi
1.
Konfrontasi
Konfrontasi adalah keterampilan/ teknik yang digunakan oleh konselor untuk menunjukkan adanya kesenjangan, diskrepansi atau inkongruensi dalam diri klien dan kemudian konselor mengumpan balikkan kepada klien.
1. Menyadarkan klien akan adanya kesenjangan-kesenjangan, perbedaan-perbedaan dalam pemikiran dan tingkah lakunya
2. Agar calon konselor mempunyai daya kritis terhadap factor diskrepansi atau inkonsistensi dari diri klien
3. Agar calon konselor mampu membuat kalimat-kalimat konfrontasi yang baik
4. untuk membuat orang agar meng-ubah pertahanan yang telah di-bangun & untuk meningkatkan komunikasi terus terang

a. Kata-kata pem-buka
b. Tadi Anda mengatakan bahwa...sementara....
c. Tadi Anda berkata bahwa.....tetapi....
d. Semula Anda berkata bahwa......, belakangan.....
e. Awalnya Anda mengatakan......., terakhir.....



Contoh 1:  Antara pernyataan dan tingkahlaku non verbal:
Ko’r     : “Bagaimana dengan keadaan keluarga anda?”
Ko’i     :“Em.. (dengan nada pelan) sudah membaik sih bu (sambil muka menunduk)”
Ko’r     :”Anda mengatakan sudah membaik, tetapi suara Anda kedengarannya menurun.”

Contoh 2:  Tidak konsisten antara apa yang diinginkan dan apa yang dilakukan oleh klien:
Ko’r     :  “Bagaimana dengan kedekatan anda dengan sahabat anda itu apakah masih baik?”                                                                        
Ko’i     :  “Masih bu, saya masih sering bersama dia dan sering bersama namun dia akhir-akhir ini menyebalkan karena agak egois (sambil mimic muka yang merengut)”
Ko’r     : “Semula Anda berkata bahwa anda masih dekat dengan sahabat anda n sering bersama-sama semetara  anda sedang kesal dengan sahabat anda. ”
Contoh 3 Antara dua pernyataan:
Ko’r     : “Apa Anda sudah mendapatkan pekerjaan baru?’
Ko’i     : “sudah bu, saya sudah mempunyai pekerjaan tapi kadang saya merasa lebih menyenangkan bekerja di tempat yang dulu bu. Setiap saya bekerja ditempat ini saya hati saya masih berada ditempat kerja saya yang dulu bu.”
Ko’r     : “Semula Anda berkata bahwa anda sudah mendapatkan pekerjaan baru sementara  anda juga sering galau dengan tempat kerja yang sedang anda jalani sekarang.
Contoh 4 Antara dua tingkah laku non verbal:
Ko’r     : “Apakah Anda merasa sehat setelah kehujuanan permainan badminton tadi?”
Ko’i     : “Iya saya merasa baik-baik saja, bu. (sambil menggigil mendekap tangannya)
Ko’r     : “Anda mengatakan merasa baik-baik saja, namun sikap Anda menunjukkan bahwa Anda sedang sakit”

PETA KOGNITIF
INTERPRETASI
Interpretasi (penafsiran)
Ada 3 jenisnya :
Ø  Interprtasi ganda
Ø  Interpretasi tunggal
Ø  Interpretasi Informasi
Keterampilan konselor dimana berarti atau karena tingkah laku klien ditafsirkan atau diduga dan dimengerti dengan dikomunikasikan pada klien.
Dari 3 jenis :
Ø  Interpretasi ganda : dilihat dari non verbal dan perkataan
Ø  Interpretasi tunggal : dilihat dari non verbal saja
Ø  Interpretasi informasi : dilihat dari pernyataannya.
Membantu klien agar lebih memahami diri sendiri bilamana klien bersedia mempertimbangkannya dengan pikiran terbuka.
1.      Interpretasi ganda :
·         Dilihat dari perilaku dan perkataan anda, sepertinya …..
2.      Interpretasi tunggal :
·         Sepertinya anda…
3.      Interpretasi informasi :
·         Dari pernyataan anda tadi anda menyebutkan …
·         Apakah anda bermaksud..
Interpretasi ganda :
Klien : “saya ingin bercerita bu tentang teman saya, dia baik sekali dan sikapnya bu yang selalu mengajarkan saya hal kebaikan dan berperilaku yang sopan. (sambil menunduk)
Konselor : “Dilihat dari perilaku dan perkataan anda, sepertinya anda kecewa dengan teman anda?”
Interpretasi tunggal :
Klien : ( diam dan murung)
Konselor : “ sepertinya anda sedang kecewa dan sedih ya?“
Interpretasi Informasi :
Klien : “ Saya ini sering gugup bu jika berhadapan didepan banyak orang, tapi kemarin teman saya malah fatal bu didepan banyak orang untuk menyampaikan pendapat malah berkeringat diseluruh tubuh“
Konselor : “ Anda mengatakan bahwa anda sering gugup kettika disuruh berhadapan dengan banyak orang, lalu anda juga menceritakan bahwa teman anda lebih parah lagi yaitu berkeringat seluruh tubuh dihadapan banyak orang. Apakah anda bermaksud bahwa ada yang lebih parah dari anda ketika berhadapan dengan banyak orang?“

PETA KOGNITIF
SUMMARY DAN TERMINATION
Keterampilan
Definisi
Tujuan
Modalita
Contoh Aplikasi
Summary (ringkasan atau kesimpulan)
1.   Keterampilan konselor untuk menyimpulkan atau meringkas mengenai apa yang telah dikemukakan klien pada proses komunikasi konseling
2.   proses memadukan beberapa ide dan perasaan dalam satu pernyataan pada akhir suatu proses wawancara konseling.
1.      Membantu klien dan konselor dalam menggabung bagian-bagian yang telah dibicarakan
2.      Mengklarifikasi dan memfokuskan sejumlah ide yang bertebaran
3.      Mmembantu klien menyadari kemajuan yang telah dicapainya, membantu mengakhiri proses wawancara konseling.
4.      Memberi keyakinan kepada klien bahwa konselor meresapi pesan klien.
Summary bagian: untuk sementara ini…, sampai saat ini…, sejauh ini…, selama ini…
Summary akhir/keseluruhan: sebagai kesimpulan akhir…, sebagai puncak pembicaraan kita…, sebagai penutup pembicaraan kita…, dari awal hingga akhir pembicaraan kita…
Summary bagian:
Konselor: “Sampai saat ini dari pembicaraan yang telah kita lakukan dapat diambil kesimpulan bahwa kita telah membahas masalah mengenai hubungan anda dengan keluarga anda. Jadi sekarang marilah kita cari cara-cara yang dapat membantu Anda untuk mengatasi masalah tersebut”.
Summary akhir:
Konselor: “Dari awal hingga akhir pembicaraan kita, Anda berbicara mengenai masalah keluarga anda yang tidak kunjung selesai malah menganggu belajar anda . Oleh sebab itu, mulai besok Anda dapat belajar dengan menggunakan beberapa cara efektif yang tadi telah kita bicarakan”.


Termination (pengakhiran)
Keterampilan konselor untuk mengakhiri komunikasi konseling, baik untuk dilanjutkan pada pertemuan selanjutnya maupun mengakhiri karena komunikasi konseling benar-benar berakhir.
Memiliki peta kognitif perjalanan konseling, yaitu apa dan bagaimana tahap-tahap yang telah dilalui dan apa yang merupakan tahap konseling mendatang, mencapai pemahaman antara konselor dan konseli mengenai apa yang telah berhasil dicapai bersama dalam konseling, mengkomunikasikan keperluan penyesuaian konseli terhadap pengambilan tanggungjawabnya seusai proses konseling, memelihara persepsi yang pantas pada konseli tentang penerimaan dan pemahaman konselor.

1.    Baik, waktu telah menunjukkan…sesuai dengan kesepakatan…
2.     tidak terasa sudah…menit, sesuai dengan apa yang sudah kita sepakati…
3.    Non verbal: melihat jam, melihat kondisi klien, menata buku, dan lain-lain.
Konselor: “Tdak terasa sudah 30menit, sesuai dengan apa yang sudah kita sepakati tadi bahwa pertemuan ini hanya 30 menit, maka marilah kita akhiri pertemuan ini dan dapat dilanjutkan minggu depan.







1 komentar:

  1. Play at Slots at Win Real Money at the Best Casino
    Discover the best slots at 배당사이트 Win Real Money at the best 피망 포커 다운 casino sites! Our team 슬롯 of online slot machine experts provide bet365 korea you with 카드 게임 종류 some top-notch

    BalasHapus

Tunjukkan jika tutur bahasmu baik dengan menggunakan kata-kata yang baik dan sopan :)