Jika kalian ingin mendownload materi dibawah ini klik disini

METODE PENELITIAN KUANTITATIF
Paper
disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan, Dosen Pengampu Dra. M.Th. Sri Hartati, M.Pd.,Kons
disusun oleh :
Carissa Octora W. (1301413040)
Femy Ariefiane C. (1301413044)
Tara Gheasanti N. (1301413046)
JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014
A. Pengertian Masalah Pendidikan
Pada dasarnya penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data yang antara lain dapat digunakan untuk memecahkan masalah. Untuk itu setiap penelitian yang akan dilakukan harus selalu berangkat dari masalah, walaupun diakui bahwa memilih masalah penelitian sering merupakan hal yang paling sulit dalam proses penelitian.
Bila dalam penelitian telah dapat menemukan masalah yang betul-betul masalah, maka sebenarnya pekerjaan penelitian itu 50% telah selesai. Oleh karena itu menemukan masalah dalam penelitian merupakan pekerjaan yang tidak mudah, tetapi setelah masalah sudah ditemukan, maka pekerjaan penelitian akan segera dapat dilakukan.
B. Sumber Masalah Penelitian
Stoner (1982) mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat diketahui atau dicari apabila terapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan, antara apa yang direncanakan dengan kenyataan, adanya pengaduan dan kompetensi.
1. Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan
Di dunia ini yang tetap hanya perubahan, namun sering perubahan itu tidak diharapkan oleh orang-orang tertentu, karena dapat menimbulkan masalah. Contoh : orang biasa menulis menggunakan mesin ketik manual harus ganti dengan komputer, maka akan muncul masalah.
2. Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyatan
Suatu rencana yang sudah ditetapkan, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan tujuan dari rencana tersebut, maka tentu ada masalah. Contoh : direncanakan dengan adanya reformasi diharapkan harga-harga akan turun, ternyata tidak, sehingga timbul masalah. Apakah masalahnya sehingga apa yang telah direncanakan tidak menghasilkan kenyataan. Jadi untuk menemukan masalah dapat diperoleh dengan cara melihat dari adanya penyimpangan antara yang direncanakan dengan kenyataan.
3. Ada pengaduan
Pikiran pembaca yang dimuat dalam koran atau majalah yang mengadukan kualitas produk atau pelayanan suau lembaga pendidikan, dapat dipandang sebagai masalah, karena diadukan lewat media sehingga banyak orang yang menjadi tahu akan kualitas produk dan kualitas pelayanan yang diberikan. Dengan demikian orang tidak lagi membeli produk tersebut atau tidak menggunakan jasa lembaga itu lagi. Sehingga masalah penelitian dapat digali dengan cara menganalisis isi pengaduan.
4. Ada kompetensi
Adanya saingan atau kompetensi sering menimulkan masalah besar, bila tidak dapat memanfaatkannya untuk kerja sama. Perusahaan Pos dan Giro merasakan ada masalah ketika ada perusahaan lain yang menerima titipan surat, barang dan PT Kereta Api yang memandang angkutan umum jalan raya dengan Bus sebagai pesaing. Tetapi PT Telkom kurang merasakan masalah karena tidak ada perusahaan yang memberikan jasa yang sama lewat telepon kabel, tetapi menjadi masalah setelah ada saingan telepon genggam.
C. Bentuk-Bentuk Rumusan Masalah Penelitian
Rumusan masalah adalah suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Sedangkan hubungan keduanya adalah setiap rumusan masalah penelitian harus didasarkan pada masalah.
1. Rumusan Masalah Deskriptif
Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mendiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri).
Contoh :
· Seberapa baik kinerjaDepartemen Pendidikan Nasional?
· Bagaimanakah sikap masyarakat terhadap perguruan tinggi negeri Berbadan Hukum?
· Seberapa tinggi efektivitas kebijkan Manajemen Berbasis Sekolah di Indonesia?
Dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap pertanyaan penelitian berkenaan dengan satu variabel atau lebih secara mandiri.
2. Rumusan Masalah Komparatif
Rumusan komparatif adalah rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda. Contohnya adalah sebagai berikut :
· Adakah perbedaan prestasi belajar antara murid dari sekolah negeri dan swasta? (variabel penelitian adalah prestasi belajar pada dua sampel yaitu sekolah negeri dan swasta)
· Adakah perbedaan disiplin kerja guru antara sekolah di Kota dan di Desa? (satu variabel dua sampel)
· Adakah perbedaan, motovasi belajar dan hasil belajar antara murid yang berasal dari keluarga Guru, Pegawai Swasta dan Pedagang? (dua variabel tiga sampel)
· Adakah perbedaan kompetensi profesional guru dan kepala sekolah antara SD, SMP, dan SLTA. (satu variabel untuk dua kelompok, pada tiga sampel)
· Adakah perbedaan daya tahan berdiri pelayan toko yang berasal dari SMK dan SMA.
· Adakah perbedaan produktivitas karya ilmiah antara PTN dan PTS. (satu variabel dua sampel)
3. Rumusan Masalah Asosiatif
Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Terdapat tiga bentuk hubungan yaitu:
· Hubungan Simetris
Hubungan simetris adalah suatu hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya bersama.
· Hubungan Kausal
Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Jadi ada variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan dependen (dipengaruhi).
· Hubungan Interaktif/Resiprocal/Timbal Balik
Hubungan interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhi. Dalam contoh berikut tidak diketahui mana variabel independen dan dependen.
o Hubungan antara motivasi dan prestasi belajar anak SD di Kecamatan A. Dinyatakan motivasi mempengaruhi prestasi tetapi juga prestasi dapat mempengaruhi motivasi.
o Hubungan antara kecerdasan dengan kekayaan. Kecerdasan dapat menyebabkan kaya, demikian juga orang yang kaya dapat meningkatkan kecerdasan karena gizi terpenuhi.
D. Variabel Penelitian
Kerlinger (1973) menyatakan bahwa variable adalah konstrak (constrack) atau sifat yang akan dipelajari. Diberikan contoh misalnya tingkat aspirasi, penghasilan, pendidikan, status social, jenis kelamin, golongan gaji, produktivitas kerja, dan lain-lain. Dibagian lain Kerlinger menyatakan bahwa variable dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda (Difference Values). Dengan demikian variable itu merupakan suatu yang bervariasi. Selanjutnya Kidder (1981), menyatakan bahwa variable adalah suatu kualitas (qualities) dimana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya.
Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, maka dapat dirumuskan bahwa variable penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.
E. Jenis dan Hubungan Variabel Penelitian
Menurut hubungan antara satu variable dengan variable yang lain maka macam-macam variable dalam penelitian dapat dibedakan menjadi :
1. Variable Independen
Merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variable dependen (terikat). Dalam SEM (Structural Equation Modeling) Pemodelan Persamaan Struktural , variable independen disebut sebagai variable eksogen.
2. Variabel Dependen
Merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variable bebas. Dalam SEM (Structural Equation Modeling) / Pemodelan Persamaan Struktural, variable dependen disebut sebagai variable indogen.
3. Variabel Moderator
Variabel yang mempengaruhi (memperkuat dan memperlemah) hubungan antara variable independen dengan dependen.Variabel disebut juga sebagai variable independen kedua. Hubungan perilaku suami-istri akan semakin baik (kuat) kalau mempunyai anak, dan akan semakin renggang kalau ada fihak ketiga ikut mencampuri. Di sini anak adalah variabel moderator yang memperkuat hubungan, dan fihak ketiga adalah variabel moderator yang memperlemah hubungan. Hubungan motivasi dan prestasi belajar akan semakin kuat bila peranan guru dalam menciptakan iklim belajar sangat baik, dan hubungan semakin rendah bila peranan guru kurang baik dalam menciptakan iklim belajar.
Gambar contoh hubungan variable independen , moderator, dependen
![]() |
gambarcontohhubunganvariabelindependen,moderator, dependen
![]() | |||
![]() | |||
4. Variabel Intervening
Variabel intervening adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variable independen dengan dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak diamati dan diukur. Variabel ini merupakan variable penyela/antara yang terletak di antara variable independen dan dependen, sehingga variable independen tidak langsng mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variable dependen.
![]() |
Gambar contoh hubungan variable independen-moderator intervening, dependen.
5. VariabelKontrol
Variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variable independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh factor luar yang tidak diteliti.Variabel control sering digunakan oleh peneliti ,bila akan melakukan penelitian yang bersifat membandingkan.
![]() |
F. Konsep Dasar Paradigma Penelitian
Paradigma penelitian diartikan sebagai pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian, teori yang digunakan untuk menentukan hipotesis, jenis dan jumlah hipotesis dan teknis analisis statistik yang digunakan.
Berdasarkan hal ini, bentuk-bentuk paradigma atau model penelitian kuantitatif untuk penelitian survey sebagai berikut :
1. Paradigma Sederhana
Terdiri atas satu variabel independen dan dependen.
Gambar Paradigma Sederhana
![]() |
X = Kualitas Guru Y = Prestasi Belajar Murid
Berdasarkan paradigma tersebut, dapat ditentukan :
a) Jumlah rumusan masalah deskriptif ada dua, dan asosiatif ada satu
b) Teori yang digunakan ada dua, yaitu teori tentang media pendidikan dan prestasi belajar
c) Hipotesis yang dirumuskan ada dua macam hipotesis deskriptif dan asosiatif
d) Teknis analisis data
Untuk hipotesis deskriptif, bila datanya interval dan ratio maka menggunakan teknik t-test one sampel sedangkan untuk hipotesis asosiatif, bila datan ke dua variabel berbentuk interval atau ratio maka menggunakan teknik statistik korelasi product moment.
2. Paradigma Sederhana Berurutan



Terdapat lebih dari dua variabel, tetapi hubungannya masih sederhana.
X1 = Kualitas Input X3 = Kualitas Output
X2 = Kualitas Proses Y = Kualitas Outcome
3. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Independen
Dalam paradigma ini terdapat dua variabbel independen dan satu dependen dalam paradigma ini terdapat 3 rumusan masalah deskriptif dan 4 rumusan masalah asosiatif.

F3
X1 = Kompetensi Guru Y = Prestasi Belajar Murid
X2 = Lingkungan Sekolah
4. Paradigma Ganda dengan Tiga Variabel Independen
Terdapat tiga variabel independen (X1,X2,X3) dan satu dependen (Y). Rumusan masalah deskriptif ada 4 dan rumusan masalah asosiatif untuk yang sederhana ada 6 dan yang ganda minimal 1.

![]() | |||
X1 = Kualitas mesin X3 = Etos belajar
X2 = Pengalam kerja Y = Produktifitas kerja
5. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Dependen
![]() |
X = Tingkat pendidikan Y1 = Karir ditempat kerja
Y2 = Disiplin kerja
6. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Independen dan Dua Dependen
Terdapat dua variabel independen (X1,X2) dan dua variabel dependen (Y1,Y2). Terdapat 4 rumusan masalah deskriptif dan 6 rumusan masalah hubunga sederhana. Korelasi dan regresi dapat digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel simultan.
X1 = Keindahan kampus Y1 = Jumlah pendaftar
X2 = Pelayan sekolah Y2 = Kepuasan pelayanan
7.
Paradigma Jalur
Paradigma Jalur![]() | |||

X1 = Status sosial ekonomi X2 = IQ
X3 = Motivasi berprestasi Y = Prestasi belajar
DAFTAR PUSTAKA















0 komentar:
Posting Komentar
Tunjukkan jika tutur bahasmu baik dengan menggunakan kata-kata yang baik dan sopan :)