Selamat datang di blog Femy Ariefiane Chandra semoga bermanfaat dan selamat membaca ☺

Senin, 29 Desember 2014

Metode Penelitian Kuantitatif

Jika kalian ingin mendownload materi dibawah ini klik disini
Unn35 logO's.jpg
METODE PENELITIAN KUANTITATIF

Paper
disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan, Dosen Pengampu Dra. M.Th. Sri Hartati, M.Pd.,Kons



disusun oleh :

Carissa Octora W.       (1301413040)
Femy Ariefiane C.      (1301413044)
Tara Gheasanti N.       (1301413046)


JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014

A.    Pengertian Masalah Pendidikan
                Pada dasarnya penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data yang antara lain dapat digunakan untuk memecahkan masalah. Untuk itu setiap penelitian yang akan dilakukan harus selalu berangkat dari masalah, walaupun diakui bahwa memilih masalah penelitian sering merupakan hal yang paling sulit dalam proses penelitian.
            Bila dalam penelitian telah dapat menemukan masalah yang betul-betul masalah, maka sebenarnya pekerjaan penelitian itu 50% telah selesai. Oleh karena itu menemukan masalah dalam penelitian merupakan pekerjaan yang tidak mudah, tetapi setelah masalah sudah ditemukan, maka pekerjaan penelitian akan segera dapat dilakukan.

B.     Sumber Masalah Penelitian
                Stoner (1982) mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat diketahui atau dicari apabila terapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan, antara apa yang direncanakan dengan kenyataan, adanya pengaduan dan kompetensi.
1.      Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan
                        Di dunia ini yang tetap hanya perubahan, namun sering perubahan   itu tidak diharapkan oleh orang-orang tertentu, karena dapat menimbulkan     masalah. Contoh : orang biasa menulis menggunakan  mesin ketik manual             harus ganti dengan komputer, maka akan muncul masalah.
2.      Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyatan
                        Suatu rencana yang sudah ditetapkan, tetapi hasilnya tidak sesuai    dengan tujuan dari rencana tersebut, maka tentu ada masalah. Contoh :   direncanakan dengan adanya reformasi diharapkan harga-harga akan             turun, ternyata tidak, sehingga timbul masalah. Apakah masalahnya            sehingga apa yang telah direncanakan tidak menghasilkan kenyataan. Jadi     untuk menemukan masalah dapat diperoleh dengan cara melihat dari      adanya penyimpangan antara yang direncanakan dengan kenyataan.
3.      Ada pengaduan
                        Pikiran pembaca yang dimuat dalam koran atau majalah yang          mengadukan kualitas produk atau pelayanan suau lembaga pendidikan, dapat dipandang sebagai masalah, karena diadukan lewat media sehingga             banyak orang yang menjadi tahu akan kualitas produk dan kualitas pelayanan yang diberikan. Dengan demikian orang tidak lagi membeli     produk tersebut atau tidak menggunakan jasa lembaga itu lagi. Sehingga             masalah penelitian dapat digali dengan cara menganalisis isi pengaduan.
4.      Ada kompetensi
                        Adanya saingan atau kompetensi sering menimulkan masalah           besar, bila tidak dapat memanfaatkannya untuk kerja sama. Perusahaan       Pos dan Giro merasakan ada masalah ketika ada perusahaan lain yang    menerima titipan surat, barang dan PT Kereta Api yang memandang           angkutan umum jalan raya dengan Bus sebagai pesaing. Tetapi PT Telkom          kurang merasakan masalah karena tidak ada perusahaan yang memberikan     jasa yang sama lewat telepon kabel, tetapi menjadi masalah setelah ada       saingan telepon genggam.

C.     Bentuk-Bentuk Rumusan Masalah Penelitian
                        Rumusan masalah adalah suatu pertanyaan yang akan dicarikan       jawabannya melalui pengumpulan data. Sedangkan hubungan keduanya            adalah setiap rumusan masalah penelitian harus didasarkan pada masalah.
1.      Rumusan Masalah Deskriptif
                        Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang     berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mendiri, baik   hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri).
                                Contoh :
·         Seberapa baik kinerjaDepartemen Pendidikan Nasional?
·         Bagaimanakah sikap masyarakat terhadap perguruan tinggi negeri Berbadan Hukum?
·         Seberapa tinggi efektivitas kebijkan Manajemen Berbasis Sekolah di Indonesia?
                        Dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap pertanyaan penelitian           berkenaan dengan satu variabel atau lebih secara mandiri.
2.      Rumusan Masalah Komparatif
Rumusan komparatif adalah rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda. Contohnya adalah sebagai berikut :
·         Adakah perbedaan prestasi belajar antara murid dari sekolah negeri dan swasta? (variabel penelitian adalah prestasi belajar pada dua sampel yaitu sekolah negeri dan swasta)
·         Adakah perbedaan disiplin kerja guru antara sekolah di Kota dan di Desa? (satu variabel dua sampel)
·         Adakah perbedaan, motovasi belajar dan hasil belajar antara murid yang berasal dari keluarga Guru, Pegawai Swasta dan Pedagang? (dua variabel tiga sampel)
·         Adakah perbedaan kompetensi profesional guru dan kepala sekolah antara SD, SMP, dan SLTA. (satu variabel untuk dua kelompok, pada tiga sampel)
·         Adakah perbedaan daya tahan berdiri pelayan toko yang berasal dari SMK dan SMA.
·         Adakah perbedaan produktivitas karya ilmiah antara PTN dan PTS. (satu variabel dua sampel)
3.      Rumusan Masalah Asosiatif
                        Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah penelitian         yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih.        Terdapat tiga   bentuk hubungan yaitu:
·       Hubungan Simetris
                        Hubungan simetris adalah suatu hubungan antara dua variabel atau             lebih yang  kebetulan munculnya bersama.
·       Hubungan Kausal
                        Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat. Jadi             ada variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan dependen            (dipengaruhi).
·       Hubungan Interaktif/Resiprocal/Timbal Balik
            Hubungan interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhi. Dalam contoh berikut tidak diketahui mana variabel independen dan dependen.
o   Hubungan antara motivasi dan prestasi belajar anak SD di Kecamatan A. Dinyatakan motivasi mempengaruhi prestasi tetapi juga prestasi dapat mempengaruhi motivasi.
o   Hubungan antara kecerdasan dengan kekayaan. Kecerdasan dapat menyebabkan kaya, demikian juga orang yang kaya dapat meningkatkan kecerdasan karena gizi terpenuhi.




D.    Variabel Penelitian

            Kerlinger (1973) menyatakan bahwa variable adalah konstrak (constrack) atau sifat yang akan dipelajari. Diberikan contoh misalnya tingkat aspirasi, penghasilan, pendidikan, status social, jenis kelamin, golongan gaji, produktivitas kerja, dan lain-lain. Dibagian lain Kerlinger menyatakan bahwa variable dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda (Difference Values). Dengan demikian variable itu merupakan suatu yang bervariasi. Selanjutnya Kidder (1981), menyatakan bahwa variable adalah suatu kualitas (qualities) dimana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya.
            Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, maka dapat dirumuskan bahwa variable penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.

E.     Jenis dan Hubungan Variabel Penelitian
                        Menurut hubungan antara satu variable dengan variable yang lain    maka macam-macam variable dalam penelitian dapat dibedakan menjadi :
1.      Variable Independen
            Merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variable dependen (terikat). Dalam SEM (Structural Equation Modeling) Pemodelan Persamaan Struktural , variable independen disebut sebagai variable eksogen.
2.      Variabel Dependen
            Merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variable bebas. Dalam SEM (Structural Equation Modeling) / Pemodelan Persamaan Struktural, variable dependen disebut sebagai variable indogen.
3.      Variabel Moderator
                                    Variabel yang mempengaruhi (memperkuat dan memperlemah)        hubungan antara variable independen dengan dependen.Variabel disebut         juga sebagai variable independen kedua. Hubungan perilaku suami-istri            akan semakin baik (kuat) kalau mempunyai anak, dan akan semakin           renggang kalau ada fihak ketiga ikut mencampuri. Di sini anak adalah         variabel moderator yang memperkuat hubungan, dan fihak ketiga adalah      variabel moderator yang memperlemah hubungan. Hubungan motivasi dan     prestasi belajar akan semakin kuat bila peranan guru dalam menciptakan         iklim belajar sangat baik, dan hubungan semakin rendah bila peranan guru     kurang baik dalam menciptakan iklim belajar.
                                    Gambar contoh hubungan variable independen , moderator, dependen






                        gambarcontohhubunganvariabelindependen,moderator,        dependen




4.      Variabel Intervening
                        Variabel intervening adalah variabel yang secara teoritis       mempengaruhi hubungan antara variable independen dengan dependen            menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak diamati dan diukur.            Variabel ini merupakan variable penyela/antara yang terletak di antara         variable independen dan dependen, sehingga variable independen tidak          langsng mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variable dependen.






                        Gambar contoh hubungan variable independen-moderator    intervening, dependen.
5.      VariabelKontrol
Variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variable independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh factor luar yang tidak diteliti.Variabel control sering digunakan oleh peneliti ,bila akan melakukan penelitian yang bersifat membandingkan.








F.      Konsep Dasar Paradigma Penelitian
                        Paradigma penelitian diartikan sebagai pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian, teori yang digunakan untuk menentukan hipotesis, jenis dan jumlah hipotesis dan teknis analisis statistik yang digunakan.
                        Berdasarkan hal ini, bentuk-bentuk paradigma atau model penelitian kuantitatif untuk penelitian survey sebagai berikut :
1.      Paradigma Sederhana
                                    Terdiri atas satu variabel independen dan dependen.
            Gambar Paradigma Sederhana




X = Kualitas Guru                                          Y = Prestasi Belajar Murid
Berdasarkan paradigma tersebut, dapat ditentukan :
a)      Jumlah rumusan masalah deskriptif ada dua, dan asosiatif ada satu
b)      Teori yang digunakan ada dua, yaitu teori tentang media pendidikan dan prestasi belajar
c)      Hipotesis yang dirumuskan ada dua macam hipotesis deskriptif dan asosiatif
d)     Teknis analisis data
            Untuk hipotesis deskriptif, bila datanya interval dan ratio maka menggunakan teknik t-test one sampel sedangkan untuk hipotesis asosiatif, bila datan ke dua variabel berbentuk interval atau ratio maka menggunakan teknik statistik korelasi product moment.

2.      Paradigma Sederhana Berurutan
Rounded Rectangle: X2Rounded Rectangle: X3Rounded Rectangle: YRounded Rectangle: X                                     Terdapat lebih dari dua variabel, tetapi hubungannya masih              sederhana.



X1 = Kualitas Input                                        X3 = Kualitas Output
X2 = Kualitas Proses                                      Y = Kualitas Outcome
3.      Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Independen
                                    Dalam paradigma ini terdapat dua variabbel independen                              dan satu dependen dalam paradigma ini terdapat 3 rumusan                                masalah deskriptif dan 4 rumusan masalah asosiatif.
 


Rounded Rectangle: X2                        F3

X1 = Kompetensi Guru                                  Y = Prestasi Belajar Murid
X2 = Lingkungan Sekolah                                                                        
4.      Paradigma Ganda dengan Tiga Variabel Independen
                        Terdapat tiga variabel independen (X1,X2,X3) dan satu       dependen (Y). Rumusan masalah deskriptif ada 4 dan rumusan masalah asosiatif untuk yang sederhana ada 6 dan yang ganda minimal 1.

 

                        R6
Rounded Rectangle: X3




X1 = Kualitas mesin                                       X3 = Etos belajar
X2 = Pengalam kerja                                       Y = Produktifitas kerja
5.      Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Dependen






X = Tingkat pendidikan                                  Y1 = Karir ditempat kerja
Y2 = Disiplin kerja                                                                             
6.      Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Independen dan Dua Dependen
                                    Terdapat dua variabel independen (X1,X2) dan dua variabel                        dependen (Y1,Y2). Terdapat 4 rumusan masalah deskriptif dan 6                                 rumusan masalah hubunga sederhana. Korelasi dan regresi dapat                              digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel simultan.

 



X1 = Keindahan kampus                                Y1 = Jumlah pendaftar
X2 = Pelayan sekolah                         Y2 = Kepuasan pelayanan
7.      Rounded Rectangle: X Paradigma Jalur



Rounded Rectangle: X                                                            

X1 = Status sosial ekonomi                                                    X2 = IQ
X3 = Motivasi berprestasi                                           Y = Prestasi belajar









DAFTAR PUSTAKA

Sugiyono, 2007, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D)

0 komentar:

Posting Komentar

Tunjukkan jika tutur bahasmu baik dengan menggunakan kata-kata yang baik dan sopan :)