Selamat datang di blog Femy Ariefiane Chandra semoga bermanfaat dan selamat membaca ☺

Rabu, 24 Desember 2014

Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Jika anda ingin mendownload materi dibawah ini klik disini

Description: Unn35 logO's.jpg

METODE PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF
Paper

disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan, Dosen Pengampu Dra. M.Th. Sri Hartati, M.Pd.,Kons



disusun oleh :

Carissa Octora W.       (1301413040)
Femy Ariefiane C.      (1301413044)
Tara Gheasanti N.       (1301413046)



JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014

A.    Pengertian Metode Penelitian Pendidikan
            Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian yang didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistmatis.
            Sedangkan data yang diperoleh melalui penelitian itu adalah data empiris yang mempunyai kriteria tertentu yaitu valid. Valid menunjukkan derajad ketepatan amtara data yang sesungguhnya terjadi pada obyek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti. Untuk mendapatkan data yang valid dalam penelitian, data yang telah terkumpul dapat diuji melalui pengujian reliabilitas dan obyektivitas. Jika data tersebut reliabel dan obyektif maka data tersebut dinyatakan valid.
            Penelitian juga mempunyai tujuan dan kegunaan tertentu. Secara umum tujuan peneletian ada tiga macam yaitu bersifat penemuan, pembuktian dan pengembangan. Penemuan berarti data yang diperoleh dari penelitian itu adalah data yang betul-betul baru yang sebelumnya belum pernah diketahui. Pembuktian berarti data yang diperoleh itu digunakan untuk membuktikan adanya keraguan-keraguan terhadap informasi atau pengetahuan tertentu. Dan pengembangan  berarti memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada.
            Melalui penelitian manusia dapat menggunakan hasilnya. Secara umum data yang telah diperoleh dari penelitian dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah. Memahami berarti memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui dan selanjutnya menjadi tahu. Memecahkan berarti meminimalkan atau menghilangkan masalah, dan mengantisipasi berarti mengupayakan agar masalah tidak terjadi.
B.     Jenis-Jenis Metode Penelitian
            Secara umum jenis-jenis penelitian dikelompokkan menurut bidang, tujuan, metode, tingkat eksplanasi dan waktu.
            Menurut bidang, penelitian dapat dibedakan menjadi penelitian akademis, profesional dan institusional. Penelitian akademik yaitu penelitian yang dilakukan oleh para mahasiswa dalam membuat skripsi, tesis, disertasi. Penelitian ini merupakan sarana edukatif sehingga lebih mementibgkan validitas internal. Variabel penelitian terbatas serta kecanggihan analisis disesuaikan dengan jenjang pendidikan S1, S2 dan S3. Penelitian profesional yaitu penelitian yang dilakukan oleh orang berprofesi sebagai peneliti . Penelitian profesional bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan baru. Variabel penelitian lengkap, kecanggihan analisis disesuaikan dengan kepentingan masyarakat ilmiah. Penelitian dilakukan dengan cara yang betul dan hasilnya dapat berguna untuk pengembangan ilmu. Sedangkan penelitian institusional bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk pengembangan lembaga. Hasil penelitian akan sangat berguna bagi pimpinan untuk pembuatan keputusan. Hasil penelitian lebih menekankan pada validitas eksternal, variabel lengkap dan kecanggihan analisis disesuaikan untuk pengambilan keputusan.
            Dari segi tujuan penelitian dapat dikelompokkan menjadi penelitian murni dan terapan. Penelitian dasar atau penelitian murni adalah pencarian terhadap sesuatu karena ada perhatian dan keingintahuan terhadap hasil suatu aktivitas. Penelitian dasar dikerjakan tanpa memikirkan pada pemanfaatan hasil penelitian tersebut untuk manusia masyarakat. Hasil dari penelitian dasar adalah pengetahuan umum dan pengertian-pengertian tentang alam serta hokum-hukumnya. Pengetahuan ini merupakan alat untuk memecahkan masalah-masalah praktika, walaupunia tidak memberikan jawaban yang menyeluruh untuk masalah tersebut. Tugas penelitian terapanlah yang akan menjawabmasalah-masalah praktis tersebut. Charters (1920) menyatakan bahwa penelitian dasar terdiri atas hainya pemilihan sebuah masalah khas dari sumber mana saja, dan secara hati-hati memecahkan masalah tersebut tanpa memikirkan kehendak sosial atau ekonomi ataupun masyarakat. Sedangkan Penelitian terapan adalah penyelidikan yang hati-hati, sistematik dan terus-menerus terhadap suatu masalah dengan tujuan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia baik secara individual maupun secara kelompok. Hasil penelitian tidak perlu sebagai suatu penemuan baru, tetapi merupakan aplikasi baru dari penelitian yang telah ada. Penelitian terapan memilih masalah yang ada hubungannya dengan keinginan masyarakat serta untuk memperbaiki praktik-praktik yang ada. Penelitian terapan harus dengan segera mengumumkan hasil penelitiannya dalam waktu yang tepat supaya penemuan tersebut tidak menjadi kadaluwarsa.
            Dari segi metode penelitian dibedakan menjadi penelitian survey, expostfacto, eksperimen, naturalistik, policy research, evaluation research, action research, sejarah dan research and development (R&D). Penelitian survey sering disebut sebagai penelitian normatif atau penelitian status. Penelitian survei biasanya tidak membatasi dengan satu atau beberapa varibel. Para penelitian pada umumnya dapat menggunakan variabel serta populasi yang luas sesuai dengan tujuan penelitian yang hendak dicapai. Hasil yang dari penelitian survey juga dapat digunakan untuk bermacam-macam tujuan seperti berikut: (1) penelitian ini dapat digunakan sebagai bentuk awal penelitian yang direncanakan untuk ditindaklanjuti dengan penelitian-penelitian lain yang lebih spesifik (2) Dengan penelitian survey, para peneliti dapat melakukan eksplorasi dan deskriptif sebagai tujuan penelitian (3) Dengan penelitian ini, mereka juga dapat melakukan klasifikasi terhadap permasalahan yang hendak dipecahkan kemudian. Penelitian expostfacto, penelitian ini disebut penelitian expostfacto karena para peneliti berhubungan dengan variabel yang telah terjadi dan mereka tidak perlu memberikan perlakuan terhadap variabel yang diteliti. Pada penelitian ini variabel bebas dan variabel terikat sudah dinyatakan secara eksplisit, untuk kemudian dihubungkan sebagai penelitian korelasi atau diprediksi jika variabel bebas mempunyai pengaruh tertentu pada variabel terikat. Sedangkan untuk mencari hubungan maupun prediksi, seorang peneliti sudah dianjurkan menggunakan hipotesis sebagai petunjuk dalam pemecahan permasalahan penelitian. Penelitian eksperimen merupakan metode inti dari model penelitian yang ada. Karena dalam penelitian eksperimen para peneliti melakukan tiga persyaratan dari suatu bentuk penelitian. Ketiga persyaratan tersebut, yaitu kegiatan mengontrol, memanipulasi, dan observasi. Dalam penelitian eksperimen peneliti juga harus membagi objek atau subjek yang diteliti menjadi dua grup, yaitu grup treatment atau yang memperoleh perlakuan dan grup control yang tidak memperoleh perlakuan. Penelitian eksperimen karene peneliti sudah melkukan kegiatan mengontrol meke hasil penelitian dapat menentukan hubungan kausal atau sebab dan akibat. Penelitian eksperimen juga diharuskan menggunakan hipotesis dan melalui pengamatan, peneliti menguji hipotesis tersebut dalam kondisi eksperimen, yaitu kondisi yang sudah dimanipulasi sedemikian rupa (laboratorium), sehingga tidak ada kontaminasi diantara variabel yang diteliti. Bidang kedokteran, pertanian, psikologi dan bidang teknik adalah diantara bidang-bidang ilmu pengetahuan yang banyak menggunakan penelitian eksperimen. Penelitian naturalistik sering juga disebut metode kualitatif yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek alamiah dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Penelitian Policy Research yaitu suatu proses penelitian yang dilakukan pada, atau analisis terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar, sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertinak secara praktis dalam menyelesaikan masalah. Penelitian Action Research merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan metode kerja yang paling efisien, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan produktifitas lembaga dapat meningkat. Tujuan utama penelitian ini adalah mengubah: (1) situasi (2) perilaku (3) organisasi termasuk struktur mekanisme kerja, iklim kerja, dan pranata. Penelitian Evaluasi merupakan bagian dari proses pembuatan keputusan, yaitu untuk membandingkan suatu kejadian, kegiatan dan produk dengan standar dan program yang telah ditetapkan. Penelitian Sejarah berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian yang berlangsung di masa lalu. Sumber datanya bisa primer, yaitu orang yang terlibat langsung dalam kejadian itu, atau sumber-sumber dokumentasi yang berkenaan dengan kejadian itu. Tujuan penelitian sejarah adalah untuk merekonstruksi kejadian-kejadian masa lampau secara sistematis dan obyektif, melalui pengumpulan, evaluasi, verifikasi, dan sintesa data diperoleh, sehingga ditetapkan fakta-fakta untuk membuat suatu kesimpulan. Dan Penelitian R&D adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Untuk dapat menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfungsi di masyarakat luas, rnaka diperlukan penelitian untuk menguji keefektifan produk tersebut.
            Dari tingkat eksplanasi dapat dibedakan menjadi penelitian deskriptif, komparatif dan asosiatif. Penelitian Deskriptif memberikan dengan sistematis dan cermat fakta-fakta aktual dan sifat populasi tertentu. Tujuan penelitian deskriptif adalah untuk membuat pecandraan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Ciri yang menonjol dan penelitian deskriptif secara harfiah, penelitian deskriptif adalah penelitian yang bermaksud untuk membuat pencandaan (deskripsi) mengenai situasi atau kejadian. Dalam anti ini penelitian deskriptif itu adalah akumulasi data dasar dalam cara deskriptif semata-mata tidak perlu mencari atau menerangkan saling berhubungan, mentest hipotesis, membuat ramalan, atau mendapatkan makna dan implikasi, walaupun penelitian yang bertujuan untuk menemukan hal-hal tersebut dapat mencakup juga metode deskriptif. Penelitian Komparatif Penelitian untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat antara faktor tertentu yang mungkin menjadi penyebab gejala yang diselidiki dengan cara: berdasar atas pengamatan terhadap akibat yang ada mencari kembali faktor yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu. Hal ini berlainan dengan metode eksperimental yang mengumpulkan datanya pada waktu kini dalam kondisi yang dikontrol. Ciri penelitian komparatif: (1)pengumpulan data mengenai gejala yang diduga mempunyai hubungan sebab akibat itu dilakukan setelah peristiwa yang dipermasalahkan itu telah terjadi (2) suatu gejala yang diamati, diusut kembali dari suatu faktor atau beberapa faktor pada masa lampau. Sedangakan Penelitian Asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variable atau lebih.
            Sedangkan dari segi waktu dibedakan menjadi penelitian cross sectional dan longitudinal. Penelitian Cross Sectional adalah suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (poin time approach).Artinya, tiap subjek penelitian hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variabel subjek pada saat pemeriksaan. Hal ini tidak berarti semua subjek penelitian diamati pada waktu yang sama. Tujuan penelitian ini untuk mengamati hubungan antara faktor resiko dengan akibat yang terjadi berupa penyakit atau keadaan kesehatan tertentu dalam waktu yang bersamaan, ditanya masalahnya (akibat) sekaligus penyebabnya (faktor resikonya). Kelebihan penelitian Cross Sectional: mudah dilaksanakan, sederhana, ekonomis dalam hal waktu dan hasil dapat diperoleh dengan cepat dan dalam waktu yang bersamaan dapat dikumpulkan variabel yang banyak, baik variabel resiko maupun variabel efek. Kekurangan penelitian Cross Sectional: (1) diperlukan subyek penelitian yang besar (2) tidak valid untuk meramalkan suatu kecenderungan (3) kesimpulan korelasi faktor resiko dengan faktor efek paling lemah bila dibandingkan dengan dua rancangan epidemiologi yang lain. Penelitian Longitudinal adalah salah satu jenis peneltian sosial yang membandingkan perubahan subjek penelitian setelah periode waktu tertentu. Penelitian jenis ini sengaja digunakan untuk penelitian jangka panjang, karena memakan waktu yang lama. Karakteristik dan cakupan utama dari penelitian longitudinal meliputi: (1) Data dikumpulkan untuk setiap variabel pada dua atau lebih periode waktu tertentu (2) Subjek atau kasus yang dianalisis sama, atau setidaknya dapat diperbandingkan antara satu periode dengan periode berikutnya (3) Analisis melibatkan perbandingan data yang sama dalam satu periode dengan antar metode yang berbeda. Bentuk-Bentuk Penelitian Longitudinal: (1) Penelitian Trend (2)  Penelitian Panel (3) Penelitian Kohort.

C.     Pengertian Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
1.      Metode Penelitian Kuantitatif
            Dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
2.      Metode Penelitian Kualitatif
            Adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal, teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.

D.    Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
1.      Perbedaan Aksioma
a)      Sifat Realitas
            Metode  Kuantitatif dapat diklasifikasikan, konkrit, teramati dan terukur. Sedangkan Metode Kualitatif ganda, holistik, dinamis, hasil konstruksi dan pemahaman.
b)      Hubungan Peneliti Dengan yang Diteliti
            Metode Kuantitatif independen, supaya terbangun obyektivitas. Sedangkan Metode Kualitatif interaktif dengan sumber data supaya memperoleh makna.
c)      Hubungan Variabel
            Metode Kuantitatif sebab-akibat (kausal)
 



            Metode Kualitatif Timbal balik/interaktif/
 





d)     Kemungkinan Generalisasi
            Metode Kuantitatif cenderung membuat generalisasi. Sedangkan Metode Kualitatif transferability (hanya mungkin dalam ikatan konteks dan waktu)
e)      Peranan Nilai
            Metode Kuantitatif  cenderung bebas nilai. Sedangkan Metode Kualitatif terikat nilai-nilai yang dibawa peneliti dan sumber data.
2.      Karakteristik
a)      Desain
Metode Kuantitatif :   Spesifik, jelas, rinci
                                    Ditentukan secara mantap sejak awal
                                    Menjadi pegangan langkah demi                                            langkah
Metode Kualitatif :     Umum
                                    Fleksibel
                                    Berkembang, dan muncul dalam                                            proses penelitian
b)      Tujuan
Metode Kuantitatif :   Menunjukkan hubungan antar                                                variabel
                                    Menguji teori
                                    Mencari generalisasi yang                                                       mempunyai nilai prediktif
Metode Kualitatif :     Menemukan pola hubungan yang                                           bersifat interaktif
                                    Menemukan teori
                                    Menggambarkan realitas yang                                                kompleks
                                    Memperoleh pemahaman makna
c)      Teknik Pengumpulan Data
Metode Kuantitatif :   Kuesioner
                                    Observasi dan wawancara terstruktur
Metode Kualitatif :     Participant observation
                                    In depth interview
                                    Dokumentasi
                                    Tringulasi
d)     Instrument Penilitian
Metode Kuantitatif :   Tes, angket, wawancara terstruktur
                                    Instrumen yang telah terstandart
Metode Kualitatif :     Peneliti sebagai instrumen (human                                          instrument)
                                    Buku catatan, tape recorder, camera,                                      handycam dan lain-lain
e)      Data
Metode Kuantitatif :   Kuantitatif
                                    Hasil pengukuran variabel yang                                              dioperasionalkan dengan                                                        menggunakan insturmen
Metode Kualitatif :     Deskriptif kualitatif
                                    Dokumen pribadi, catatan lapangan,                                      ucapan dan tindakan responden,                                        dokumen dan lain-lain
f)       Sampel
Metode Kuantitatif :   Besar
                                    Representatif
                                    Sedapat mungkin random
                                    Ditentukan sejak awal
Metode kualitatif :      Kecil
                                    Tidak representatif
                                    Purposive, snowball
                                    Berkembang selama proses                                                     penelitian
g)      Analisis
Metode Kuantitatif :   Setelah selesai pengumpulan data
`                                   Deduktif
                                    Menggunakan statistik untuk                                                  menguji hipotesis
Metode Kualitatif :     Terus menerus sejak awal sampai                                            akhir penelitian
                                    Induktif
                                    Mencari pola, model, thema dan teori
h)      Hubungan dengan Respoden
Metode Kuantitatif :   Dibuat berjarak, bahkan sering tanpa                                      kontak supaya obyektif
                                    Kedudukan peneliti lebih tinggi dari                                      responden
                                    Jangka pendek sampai hipotesis                                             dapat dibuktikan
Metode Kualitatif :     Empati, akrab supaya memperoleh                                         pemahaman yang mendalam
                                    Kedudukan sama bahkan sebagai                                           guru, konsultan
                                    Jangka lama, sampai datanya jenuh,                                       dapat ditemukan hipotesis atau teori
i)        Usulan Desain
Metode Kuantitatif :   Luas dan rinci
                                    Literatur yang berubungan dengan                                         masalah, dan variabel yang diteliti
                                    Prosedur yang spesifik dan rinci                                             langkah-langkahnya
                                    Masalah dirumuskan dengan spesifik                                     dengan jelas
                                    Ditulis secara rinci dan jelas sebelum                          terjun ke lapangan
Metode Kualitatif :     Singkat, umum bersifat sementara
                                    Literatur yang digunakan bersifat                                           sementara, tidak menjadi pegangan                                              utama
                                    Prosedur bersifat umum, seperti akan                                     merencanakan tour/piknik
                                    Masalah bersifat sementara dan akan                                     ditemukan setelah studi pendahuluan
                                    Tidak dirumuskan hipotesis, karena                                        justru akan menemukan hipotesis
                                    Fokus penelitian ditetapkan setelah                                        diperoleh data awal dari lapangan
j)        Kapan Penelitian Dianggap Selesai?
Metode Kuantitatif :   Setelah semua kegiatan yang                                                  direncanakan dapat diselesaikan
Metode Kualitatif :     Setelah tidak aa data yang dianggap                                      baru/jenuh
k)      Kepercayaan Terhadap Hasil Penelitian
Metode Kuantitatif :   Pengujian validitas dan reliabilitas                                          instrumen
Metode Kualitatif :     Pengujian kredibilitas, depenabilitas,                          proses dan hasil penelitian

E.     Kapan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Digunakan
1.      Penggunaan Metode Kuantitatif, apabila :
a)      Bila masalah yang merupakan titik tolak penelitian sudah jelas. Masalah adalah merupakan penyimpangan antara yang seharusnya dengan yang terjadi, antara aturan dengan pelaksanaan, antara teori dengan praktek, antara rencana dengan pelaksanaan. Dalam menyusun proposal penelitian masalah ini harus ditunjukkan dengan data, baik data hasil penelitian sendiri maupun dokumentasi.
b)      Bila peneliti ingin mendapatkan informasi yang luas dari suatu populasi.metode ini cocok digunakan untuk mendapatkan informasi yang luas tapi tidak mendalam.
c)      Bila ingin diketahui pengaruh perlakuan/treatment tertentu terhadap yang lain. Untuk kepentingan ini metode eksperimen paling cocok digunakan.
d)     Bila peneliti bermaksud menguji hipotesis penelitian. Hipotesis penelitian dapat berupa deskriptif,komparatif dan asosiatif.
e)      Bila peneliti ingin mendapatkan data yang akurat, berdasarkaan fenomena yang empiris dan dapat diukur.
f)       Bila ingin menguji terhadap adanya keragu-raguan tentang validitas pengetahuan,teori dan produk tertentu.
2.      Penggunaan Metode Kualitatif, apabila:
a)      Bila masalah penelitian masih belum jelas. Kondisi semacam ini cocok diteliti dengan metode kualitatif, karena peneliti kualitatif akan langsung masuk keobjek, melakukan penjelajahan dengan grand tour question. Sehingga masalah dapat ditemukan dengan jelas.
b)      Untuk memahami makna di balik data yang tampak. Gejala social sering tidak bias dipahami berdasarkan apa yang diucapkan dan dilakukan orang. Setiap ucapan dan tindakan orang sering mempunyai makna tertentu.
c)      Untuk memahami interaksi social. Interaksi social yang kompleks hanya dapat diurai kalu peneliti melakukan penelitian dengan metode kualitatif dengan cara ikut berperan serta, wawancara mendalam terhadap interaksi social tersebut.
d)     Memahami perasaan orang. Perasaan orang sulit dimengerti kalau tidak diteliti dengan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, dan observasi berperan serta untuk ikut merasakan apa yang dirasakan orang tersebut.
e)      Untuk mengembangkan teori. Metode kualitatif paling cocok digunakan untuk mengembangkan teori yang dibangun melalui data yang diperoleh melalui lapangan.
f)       Untuk memastikan kebenaran data. Dengan metode ini, melalui teknik pengumpulan data secara trianggulasi/gabungan, maka kepastian data akan lebih tejamin.
g)      Meneliti sejarah perkembangan. Dengan mengunakan data dokumentasi, wawancara mendalam kepada pelaku atau orang yang dipandang tahu , maka sejarah perkembangan seseorang akan diketahui.

F.      Jangka Waktu Penelitian Kualitatif
            Pada umumnya penelitian dilaksanakan dalam tahunan. Tetapi lamanya penelitian akan bergantung pada keberadaan sumber data.interes dan tujuan penelitian. Selain itu juga akan tergantung cakupan penelitian dan bagaimana peneliti mengatur waktu yang digunakan setiap hari atau tiap minggu.

G.    Apakah Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Dapat Digabungkan
            Setiap metode penelitian memiliki keunggulan dan kekurangan. Oleh karena itu metode kualitatif dan kuantitatif keberadaannya tidak perlu dipertentangkan karena keduanya saling melengkapi. Menurut penulis , kedua metode tersebut dapat digunakan baersama-sama atau digabungkan, tetapi dengan catatan sebagai berikut :
1.      Dapat  digunakan bersama untuk meneliti pada obyek yang sama tetapi tujuan yang berbeda
2.      Digunakan secara bergantian. Pada tiap tahap pertama menggunakan metode kualitatif sehingga ditemukan hipotesis
3.      Metode penelitian tidak dapat digabungkan karena paradigmanya berbeda. Tetapi dalam penelitian kuantitatif dapat menggabungkan penggunaan teknik pengumpulan data seperti penggunaan trianggulasi dalam penelitian kualitatif
4.      Dapat menggunakan metode tersebut secara bersamaan asal kedua metode tersebut telah difaham dengan jelas dan seseorang telah berpengalaman luas dalam melakukan penelitian.

H.    Kompetensi Peneliti Kuantitatif dan Kualitatif
1.      Kompetensi Peneliti Kuantitatif
a)      Memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang pendidikan yang akan diteliti
b)      Mampu melakukan analisis masalah secara akurat, sehingga dapat ditemukan masalah penelitian pendidikan yang betul-betul masalah
c)      Mampu mengunakan teori pendidikan yang tepat sehingga dapat digunakan untuk memperjelas masalah yang diteliti dan merumuskan hipotesis penelitian
d)     Memahami berbagai jenis metode penelitian kuantitatif seperti metode survey,eksperimen,action research,expodt facto,eveluasi dan R & D
e)      Memahami teknik-teknik smapling, seperti probability sampling dan nonprobability sampling dan mampu menghitung dan menjumlah sampel yang representative dengan sampling error tentunya
f)       Mampu menyusun instrument baik test maupun nontest untuk emngukur berbagai variable yang diteliti maupun menguji validitas dan reliabilitas instrument
g)      Mampu mengumpulkan data dengan kuesioner, maupun dengan wawancara observasi dan dokumentasi
h)      Bila pengumpulan data dilakukan oleh tim maka harus mampu mengorganisasikan tim peneliti dengan baik
i)        Mampu menyajikan data , menganalisis data secara kuantitatif untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis penelitian yang telah dirumuskan
j)        Mampu memberikan interpretasi terhadap data hasil penelitian maupun hasil pengujian hipotesis
k)      Mampu membuat laporan secara sistematis dn menyampaikan hasil penelitian kefihak-fihak yang terkait
l)        Mampu membuat laporan secara sistematis dn menyampaikan hasil penelitian kefihak-fihak yang terkait
m)    Mampu mengkomunikasikan hasil penelitian kepada masyarakat luas.
2.      Kompetensi Peneliti Kualitatif
a)      Memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang pendidikan yang akan diteliti
b)      Mempu menciptakan rapport kepada setiap orang yang ada pada situasi social yang akan diteliti. Mencipitakan rapport berarti mampu membangun hubungan yang akrab dengan setiap orang yang ada pada konteks social
c)      Memiliki kepekaan untuk melihat setiap gejala yang ada pada obyek penelitian
d)     Mampu menggali sumber data dengan observasi partisipan dan wawancara mendalam secara trianggulasi serta sumber-sumber lain
e)      Mampu menganalisis data kualitatif secara induktif berkesinambungan mulai dari analisis deskriptif, domain, komponensial dan tema kultural/budaya
f)       Mampu menguji kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan trasferabilitas hasil penelitian
g)      Mampu menghasilkan temuan pengetahuan, mengkonstruksi fenomena , hipotesis atau ilmu baru
h)      Mampu membuta laporan secara sistematis , jelas, lengkap , dan rinci
i)        Mampu membuat abstraksihasil penelitian dan membuat artikel untuk dimuat kedalam junrnal ilmiah
j)        Mampu mengkomunik an hasil penelitian kepada masyarakat luas.

I.       Ruang Lingkup Penelitian Pendidikan
1.      Pengertian dan Pendidikan
            Dalam undang-undang No. 20 th 2003 tentang system pendidikan nasional, pendidikan dapat diartikan sebagai usaha sadar dan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran peserta didik secara katif mengembangkan potensi dirinya, memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri , kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan diperlukan dirinya, masyrakat bangsa dan negara.
2.      Ruang Penelitian Pendidikan
            Pada ruang lingkup kebijakan pendidikan, penelitian pendidikan terdapat enam bidang yaitu :
a)      Perumusan kebijakan tentang pendidikan yang dilakukan oleh MPR kebijaksanaan Preseden dan DPR tentang pendidikan
b)      Kebijakan Mendiknas tentang pendidikan
c)      Kebijakan Dirjen, Gubernur, Bupati, Walikota, Diknas tentang pendidikan
d)     Implementasi kebijakan pendidikan
e)      Output dan Outcome Kebijakan Pendidikan.
                        Pada lingkup manajerial, penelitian pendidikan meliputi bidang :
a)      Perencanaan pendidikan pada tingkat nasional
b)      Organisasi Diknas, Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota dan institusi pendidikan
c)      Kepemimpinan Pendidikan
d)     Ekonomi Pendidikan
e)      Bangunan pendidikan , sarana, dan prasarana pendidikan
f)       Hubungan kerjasama antar lembaga pendidikan
g)      Koordinasi pendidikan dari pusat ke daerah
h)      SDM tenaga kependidikan
i)        Evaluasi pendidikan
j)        Kearsipan,perpustakaan dan museum pendidikan.

                        Pada tingkat institusional lingkup penelitian meliputi berbagai          bidang yaitu:
a)      Aspirasi masyarakat dalam memilih pendidikan
b)      Pemasaran lembaga pendidikan
c)      System seleksi murid baru
d)     Kurikulum, silabe
e)      Teknologi pembelajaran
f)       Media pendidikan, buku ajar dll
g)      Penampilan mengajar guru
h)      Manajemen kelas
i)        System evaluasi belajar
j)        System ujian akhir
k)      Kuantitas dan kualitas lulusan
l)        Manajemen kelas
m)    Unit produksi
n)      Perkembangan karier lulusan
o)      Pembiayaan pendidikan
p)      Profil pekerjaan dan tenaga kerja DUDI
q)      Kebutuhan masyarakat akan lulusan pendidikan.

                        Jadi dapat disimpulkan bahwa, penelitian pendidikan itu tidak         hanya dilakukan di sekolah saja melainkan juga di masyarakat yang    memerlukan institusi sekolah dan masyarakat yang menggunakan lulusan             sekolah.









DAFTAR PUSTAKA

            Sugiyono, 2007, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D)

0 komentar:

Posting Komentar

Tunjukkan jika tutur bahasmu baik dengan menggunakan kata-kata yang baik dan sopan :)