Jika anda ingin mendownload materi dibawah ini klik disini

METODE PENELITIAN KUANTITATIF DAN
KUALITATIF
Paper
disusun
guna memenuhi tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan, Dosen
Pengampu Dra. M.Th. Sri
Hartati, M.Pd.,Kons
disusun oleh :
Carissa Octora W. (1301413040)
Femy Ariefiane C. (1301413044)
Tara Gheasanti N. (1301413046)
JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014
A. Pengertian
Metode Penelitian Pendidikan
Secara umum metode penelitian
diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan
tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian yang didasarkan pada
ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistmatis.
Sedangkan data yang diperoleh
melalui penelitian itu adalah data empiris yang mempunyai kriteria tertentu
yaitu valid. Valid menunjukkan derajad ketepatan amtara data yang sesungguhnya
terjadi pada obyek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti. Untuk
mendapatkan data yang valid dalam penelitian, data yang telah terkumpul dapat
diuji melalui pengujian reliabilitas dan obyektivitas. Jika data tersebut
reliabel dan obyektif maka data tersebut dinyatakan valid.
Penelitian juga mempunyai tujuan dan
kegunaan tertentu. Secara umum tujuan peneletian ada tiga macam yaitu bersifat
penemuan, pembuktian dan pengembangan. Penemuan berarti data yang diperoleh
dari penelitian itu adalah data yang betul-betul baru yang sebelumnya belum
pernah diketahui. Pembuktian berarti data yang diperoleh itu digunakan untuk
membuktikan adanya keraguan-keraguan terhadap informasi atau pengetahuan
tertentu. Dan pengembangan berarti
memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada.
Melalui penelitian manusia dapat
menggunakan hasilnya. Secara umum data yang telah diperoleh dari penelitian
dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah. Memahami
berarti memperjelas suatu masalah atau informasi yang tidak diketahui dan
selanjutnya menjadi tahu. Memecahkan berarti meminimalkan atau menghilangkan
masalah, dan mengantisipasi berarti mengupayakan agar masalah tidak terjadi.
B. Jenis-Jenis
Metode Penelitian
Secara umum jenis-jenis penelitian
dikelompokkan menurut bidang, tujuan, metode, tingkat eksplanasi dan waktu.
Menurut bidang, penelitian dapat
dibedakan menjadi penelitian akademis, profesional dan institusional.
Penelitian akademik yaitu penelitian yang dilakukan oleh para mahasiswa dalam
membuat skripsi, tesis, disertasi. Penelitian ini merupakan sarana edukatif
sehingga lebih mementibgkan validitas internal. Variabel penelitian terbatas
serta kecanggihan analisis disesuaikan dengan jenjang pendidikan S1, S2 dan S3.
Penelitian profesional yaitu penelitian yang dilakukan oleh orang berprofesi
sebagai peneliti . Penelitian profesional bertujuan untuk mendapatkan
pengetahuan baru. Variabel penelitian lengkap, kecanggihan analisis disesuaikan
dengan kepentingan masyarakat ilmiah. Penelitian dilakukan dengan cara yang
betul dan hasilnya dapat berguna untuk pengembangan ilmu. Sedangkan penelitian
institusional bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk
pengembangan lembaga. Hasil penelitian akan sangat berguna bagi pimpinan untuk
pembuatan keputusan. Hasil penelitian lebih menekankan pada validitas
eksternal, variabel lengkap dan kecanggihan analisis disesuaikan untuk
pengambilan keputusan.
Dari segi tujuan penelitian dapat
dikelompokkan menjadi penelitian murni dan terapan. Penelitian dasar atau penelitian murni adalah pencarian terhadap sesuatu
karena ada perhatian dan keingintahuan terhadap hasil suatu aktivitas.
Penelitian dasar dikerjakan tanpa memikirkan pada pemanfaatan hasil penelitian
tersebut untuk manusia masyarakat. Hasil dari penelitian dasar adalah
pengetahuan umum dan pengertian-pengertian tentang alam serta hokum-hukumnya.
Pengetahuan ini merupakan alat untuk memecahkan masalah-masalah praktika,
walaupunia tidak memberikan jawaban yang menyeluruh untuk masalah tersebut.
Tugas penelitian terapanlah yang akan menjawabmasalah-masalah praktis tersebut.
Charters (1920) menyatakan bahwa penelitian dasar terdiri atas hainya pemilihan
sebuah masalah khas dari sumber mana saja, dan secara hati-hati memecahkan
masalah tersebut tanpa memikirkan kehendak sosial atau ekonomi ataupun
masyarakat. Sedangkan Penelitian terapan
adalah penyelidikan yang hati-hati, sistematik dan terus-menerus terhadap suatu
masalah dengan tujuan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia baik secara
individual maupun secara kelompok. Hasil penelitian tidak perlu sebagai suatu
penemuan baru, tetapi merupakan aplikasi baru dari penelitian yang telah ada. Penelitian
terapan memilih masalah yang ada hubungannya dengan keinginan masyarakat serta
untuk memperbaiki praktik-praktik yang ada. Penelitian terapan harus dengan
segera mengumumkan hasil penelitiannya dalam waktu yang tepat supaya penemuan
tersebut tidak menjadi kadaluwarsa.
Dari segi metode penelitian
dibedakan menjadi penelitian survey, expostfacto, eksperimen, naturalistik,
policy research, evaluation research, action research, sejarah dan research and
development (R&D). Penelitian survey sering
disebut sebagai penelitian normatif atau penelitian status. Penelitian survei
biasanya tidak membatasi dengan satu atau beberapa varibel. Para penelitian pada umumnya dapat menggunakan variabel
serta populasi yang luas sesuai dengan tujuan penelitian yang hendak dicapai.
Hasil yang dari penelitian survey juga dapat digunakan untuk bermacam-macam
tujuan seperti berikut: (1) penelitian ini dapat digunakan sebagai bentuk awal
penelitian yang direncanakan untuk ditindaklanjuti dengan penelitian-penelitian
lain yang lebih spesifik (2) Dengan penelitian survey, para peneliti dapat
melakukan eksplorasi dan deskriptif sebagai tujuan penelitian (3) Dengan
penelitian ini, mereka juga dapat melakukan klasifikasi terhadap permasalahan
yang hendak dipecahkan kemudian. Penelitian expostfacto, penelitian ini disebut penelitian expostfacto karena para peneliti berhubungan dengan variabel yang
telah terjadi dan mereka tidak perlu memberikan perlakuan terhadap variabel
yang diteliti. Pada penelitian ini variabel bebas dan variabel terikat sudah
dinyatakan secara eksplisit, untuk kemudian dihubungkan sebagai penelitian
korelasi atau diprediksi jika variabel bebas mempunyai pengaruh tertentu pada
variabel terikat. Sedangkan untuk mencari hubungan maupun prediksi, seorang
peneliti sudah dianjurkan menggunakan hipotesis sebagai petunjuk dalam
pemecahan permasalahan penelitian. Penelitian eksperimen merupakan metode inti
dari model penelitian yang ada. Karena dalam penelitian eksperimen para
peneliti melakukan tiga persyaratan dari suatu bentuk penelitian. Ketiga
persyaratan tersebut, yaitu kegiatan mengontrol, memanipulasi, dan observasi.
Dalam penelitian eksperimen peneliti juga harus membagi objek atau subjek yang
diteliti menjadi dua grup, yaitu grup treatment atau yang memperoleh perlakuan
dan grup control yang tidak memperoleh perlakuan. Penelitian eksperimen karene
peneliti sudah melkukan kegiatan mengontrol meke hasil penelitian dapat
menentukan hubungan kausal atau sebab dan akibat. Penelitian eksperimen juga
diharuskan menggunakan hipotesis dan melalui pengamatan, peneliti menguji
hipotesis tersebut dalam kondisi eksperimen, yaitu kondisi yang sudah
dimanipulasi sedemikian rupa (laboratorium), sehingga tidak ada kontaminasi
diantara variabel yang diteliti. Bidang kedokteran, pertanian, psikologi dan
bidang teknik adalah diantara bidang-bidang ilmu pengetahuan yang banyak
menggunakan penelitian eksperimen. Penelitian naturalistik sering juga
disebut metode kualitatif yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti
pada kondisi obyek alamiah dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Penelitian Policy Research yaitu suatu
proses penelitian yang dilakukan pada, atau analisis terhadap masalah-masalah
sosial yang mendasar, sehingga temuannya dapat direkomendasikan kepada pembuat
keputusan untuk bertinak secara praktis dalam menyelesaikan masalah. Penelitian
Action Research merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan metode
kerja yang paling efisien, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan
produktifitas lembaga dapat meningkat. Tujuan utama penelitian ini adalah
mengubah: (1) situasi (2) perilaku (3) organisasi termasuk struktur mekanisme
kerja, iklim kerja, dan pranata. Penelitian Evaluasi merupakan bagian dari
proses pembuatan keputusan, yaitu untuk membandingkan suatu kejadian, kegiatan
dan produk dengan standar dan program yang telah ditetapkan. Penelitian Sejarah
berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadian-kejadian yang
berlangsung di masa lalu. Sumber datanya bisa primer, yaitu orang yang terlibat
langsung dalam kejadian itu, atau sumber-sumber dokumentasi yang berkenaan
dengan kejadian itu. Tujuan penelitian sejarah adalah untuk merekonstruksi
kejadian-kejadian masa lampau secara sistematis dan obyektif, melalui
pengumpulan, evaluasi, verifikasi, dan sintesa data diperoleh, sehingga
ditetapkan fakta-fakta untuk membuat suatu kesimpulan. Dan Penelitian R&D adalah metode penelitian yang digunakan untuk
menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Untuk
dapat menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis
kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfungsi
di masyarakat luas, rnaka diperlukan penelitian untuk menguji keefektifan
produk tersebut.
Dari tingkat eksplanasi dapat dibedakan
menjadi penelitian deskriptif, komparatif dan asosiatif. Penelitian Deskriptif
memberikan dengan sistematis dan cermat fakta-fakta aktual dan sifat populasi
tertentu. Tujuan penelitian deskriptif adalah untuk membuat pecandraan secara
sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi
atau daerah tertentu. Ciri yang menonjol dan penelitian deskriptif secara
harfiah, penelitian deskriptif adalah penelitian yang bermaksud untuk membuat
pencandaan (deskripsi) mengenai situasi atau kejadian. Dalam anti ini
penelitian deskriptif itu adalah akumulasi data dasar dalam cara deskriptif
semata-mata tidak perlu mencari atau menerangkan saling berhubungan, mentest
hipotesis, membuat ramalan, atau mendapatkan makna dan implikasi, walaupun
penelitian yang bertujuan untuk menemukan hal-hal tersebut dapat mencakup juga
metode deskriptif. Penelitian Komparatif Penelitian untuk menyelidiki
kemungkinan hubungan sebab akibat antara faktor tertentu yang mungkin menjadi
penyebab gejala yang diselidiki dengan cara: berdasar atas pengamatan terhadap
akibat yang ada mencari kembali faktor yang mungkin menjadi penyebab melalui
data tertentu. Hal ini berlainan dengan metode eksperimental yang mengumpulkan
datanya pada waktu kini dalam kondisi yang dikontrol. Ciri penelitian
komparatif: (1)pengumpulan data mengenai gejala yang diduga mempunyai hubungan
sebab akibat itu dilakukan setelah peristiwa yang dipermasalahkan itu telah
terjadi (2) suatu gejala yang diamati, diusut kembali dari suatu faktor atau beberapa
faktor pada masa lampau. Sedangakan Penelitian Asosiatif adalah penelitian yang
bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variable atau lebih.
Sedangkan dari segi waktu dibedakan
menjadi penelitian cross sectional dan longitudinal. Penelitian Cross Sectional
adalah suatu penelitian untuk mempelajari
dinamika korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara
pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (poin time
approach).Artinya, tiap subjek penelitian hanya diobservasi sekali saja dan
pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variabel subjek pada saat
pemeriksaan. Hal ini tidak berarti semua subjek penelitian diamati pada waktu
yang sama. Tujuan penelitian ini untuk mengamati hubungan antara faktor resiko
dengan akibat yang terjadi berupa penyakit atau keadaan kesehatan tertentu
dalam waktu yang bersamaan, ditanya masalahnya (akibat) sekaligus penyebabnya
(faktor resikonya). Kelebihan penelitian Cross Sectional: mudah dilaksanakan,
sederhana, ekonomis dalam hal waktu dan hasil dapat diperoleh dengan cepat dan
dalam waktu yang bersamaan dapat dikumpulkan variabel yang banyak, baik
variabel resiko maupun variabel efek. Kekurangan penelitian Cross Sectional:
(1) diperlukan subyek penelitian yang besar (2) tidak valid untuk meramalkan
suatu kecenderungan (3) kesimpulan korelasi faktor resiko dengan faktor efek
paling lemah bila dibandingkan dengan dua rancangan epidemiologi yang lain.
Penelitian Longitudinal adalah salah satu jenis peneltian sosial yang membandingkan
perubahan subjek penelitian setelah periode waktu tertentu. Penelitian jenis
ini sengaja digunakan untuk penelitian jangka panjang, karena memakan waktu
yang lama. Karakteristik dan cakupan utama dari penelitian longitudinal
meliputi: (1) Data dikumpulkan untuk setiap variabel pada dua atau lebih
periode waktu tertentu (2) Subjek atau kasus yang dianalisis sama, atau
setidaknya dapat diperbandingkan antara satu periode dengan periode berikutnya
(3) Analisis melibatkan perbandingan data yang sama dalam satu periode dengan
antar metode yang berbeda. Bentuk-Bentuk Penelitian Longitudinal: (1)
Penelitian Trend (2) Penelitian
Panel (3) Penelitian Kohort.
C. Pengertian
Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
1. Metode
Penelitian Kuantitatif
Dapat diartikan sebagai metode penelitian yang
berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi
atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara
random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data
bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah
ditetapkan.
2. Metode
Penelitian Kualitatif
Adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat
postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah,
(sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen
kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal,
teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat
induktif/kualitatif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari
pada generalisasi.
D. Perbedaan
Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
1. Perbedaan
Aksioma
a) Sifat
Realitas
Metode Kuantitatif
dapat diklasifikasikan, konkrit, teramati dan terukur. Sedangkan Metode Kualitatif
ganda, holistik, dinamis, hasil konstruksi dan pemahaman.
b) Hubungan
Peneliti Dengan yang Diteliti
Metode Kuantitatif independen, supaya terbangun
obyektivitas. Sedangkan Metode Kualitatif interaktif dengan sumber data supaya
memperoleh makna.
c) Hubungan
Variabel
Metode Kuantitatif sebab-akibat (kausal)
Metode Kualitatif Timbal balik/interaktif/
![]() |
d) Kemungkinan
Generalisasi
Metode Kuantitatif cenderung membuat generalisasi.
Sedangkan Metode Kualitatif transferability (hanya mungkin dalam ikatan konteks
dan waktu)
e) Peranan
Nilai
Metode Kuantitatif
cenderung bebas nilai. Sedangkan Metode Kualitatif terikat nilai-nilai
yang dibawa peneliti dan sumber data.
2. Karakteristik
a) Desain
Metode Kuantitatif
: Spesifik, jelas, rinci
Ditentukan secara mantap sejak
awal
Menjadi pegangan langkah demi langkah
Metode Kualitatif : Umum
Fleksibel
Berkembang, dan muncul dalam proses
penelitian
b) Tujuan
Metode Kuantitatif : Menunjukkan hubungan antar variabel
Menguji teori
Mencari generalisasi yang mempunyai
nilai prediktif
Metode Kualitatif : Menemukan pola hubungan yang bersifat
interaktif
Menemukan teori
Menggambarkan realitas yang kompleks
Memperoleh pemahaman makna
c) Teknik
Pengumpulan Data
Metode Kuantitatif : Kuesioner
Observasi dan wawancara
terstruktur
Metode Kualitatif : Participant observation
In depth interview
Dokumentasi
Tringulasi
d) Instrument
Penilitian
Metode Kuantitatif : Tes, angket, wawancara terstruktur
Instrumen yang telah terstandart
Metode Kualitatif : Peneliti sebagai instrumen (human instrument)
Buku catatan, tape recorder,
camera, handycam
dan lain-lain
e) Data
Metode Kuantitatif : Kuantitatif
Hasil pengukuran variabel yang dioperasionalkan dengan menggunakan
insturmen
Metode Kualitatif : Deskriptif kualitatif
Dokumen pribadi, catatan
lapangan, ucapan
dan tindakan responden, dokumen
dan lain-lain
f) Sampel
Metode Kuantitatif : Besar
Representatif
Sedapat mungkin random
Ditentukan sejak awal
Metode kualitatif : Kecil
Tidak representatif
Purposive, snowball
Berkembang selama proses penelitian
g) Analisis
Metode Kuantitatif : Setelah selesai pengumpulan data
` Deduktif
Menggunakan statistik untuk menguji
hipotesis
Metode Kualitatif : Terus menerus sejak awal sampai akhir
penelitian
Induktif
Mencari pola, model, thema dan
teori
h) Hubungan
dengan Respoden
Metode Kuantitatif : Dibuat berjarak, bahkan sering tanpa kontak
supaya obyektif
Kedudukan peneliti lebih tinggi
dari responden
Jangka pendek sampai hipotesis dapat
dibuktikan
Metode Kualitatif : Empati, akrab supaya memperoleh pemahaman
yang mendalam
Kedudukan sama bahkan sebagai guru,
konsultan
Jangka lama, sampai datanya
jenuh, dapat
ditemukan hipotesis atau teori
i)
Usulan Desain
Metode Kuantitatif : Luas dan rinci
Literatur yang berubungan dengan masalah,
dan variabel yang diteliti
Prosedur yang spesifik dan rinci langkah-langkahnya
Masalah dirumuskan dengan
spesifik dengan
jelas
Ditulis secara rinci dan jelas
sebelum terjun ke
lapangan
Metode Kualitatif : Singkat, umum bersifat sementara
Literatur yang digunakan bersifat
sementara,
tidak menjadi pegangan utama
Prosedur bersifat umum, seperti
akan merencanakan tour/piknik
Masalah bersifat sementara dan
akan ditemukan
setelah studi pendahuluan
Tidak dirumuskan hipotesis,
karena justru
akan menemukan hipotesis
Fokus penelitian ditetapkan
setelah diperoleh
data awal dari lapangan
j)
Kapan Penelitian Dianggap Selesai?
Metode Kuantitatif : Setelah semua kegiatan yang direncanakan dapat diselesaikan
Metode Kualitatif : Setelah tidak aa data yang dianggap baru/jenuh
k) Kepercayaan
Terhadap Hasil Penelitian
Metode Kuantitatif : Pengujian validitas dan reliabilitas instrumen
Metode Kualitatif : Pengujian kredibilitas, depenabilitas, proses dan hasil
penelitian
E. Kapan
Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Digunakan
1. Penggunaan
Metode Kuantitatif, apabila :
a) Bila
masalah yang merupakan titik tolak penelitian sudah jelas. Masalah adalah
merupakan penyimpangan antara yang seharusnya dengan yang terjadi, antara
aturan dengan pelaksanaan, antara teori dengan praktek, antara rencana dengan
pelaksanaan. Dalam menyusun proposal penelitian masalah ini harus ditunjukkan
dengan data, baik data hasil penelitian sendiri maupun dokumentasi.
b) Bila
peneliti ingin mendapatkan informasi yang luas dari suatu populasi.metode ini
cocok digunakan untuk mendapatkan informasi yang luas tapi tidak mendalam.
c) Bila
ingin diketahui pengaruh perlakuan/treatment tertentu terhadap yang lain. Untuk
kepentingan ini metode eksperimen paling cocok digunakan.
d) Bila
peneliti bermaksud menguji hipotesis penelitian. Hipotesis penelitian dapat
berupa deskriptif,komparatif dan asosiatif.
e) Bila
peneliti ingin mendapatkan data yang akurat, berdasarkaan fenomena yang empiris
dan dapat diukur.
f) Bila
ingin menguji terhadap adanya keragu-raguan tentang validitas pengetahuan,teori
dan produk tertentu.
2. Penggunaan
Metode Kualitatif, apabila:
a) Bila
masalah penelitian masih belum jelas. Kondisi semacam ini cocok diteliti dengan
metode kualitatif, karena peneliti kualitatif akan langsung masuk keobjek,
melakukan penjelajahan dengan grand tour question. Sehingga masalah dapat
ditemukan dengan jelas.
b) Untuk
memahami makna di balik data yang tampak. Gejala social sering tidak bias
dipahami berdasarkan apa yang diucapkan dan dilakukan orang. Setiap ucapan dan
tindakan orang sering mempunyai makna tertentu.
c) Untuk
memahami interaksi social. Interaksi social yang kompleks hanya dapat diurai
kalu peneliti melakukan penelitian dengan metode kualitatif dengan cara ikut
berperan serta, wawancara mendalam terhadap interaksi social tersebut.
d) Memahami
perasaan orang. Perasaan orang sulit dimengerti kalau tidak diteliti dengan
metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, dan
observasi berperan serta untuk ikut merasakan apa yang dirasakan orang
tersebut.
e) Untuk
mengembangkan teori. Metode kualitatif paling cocok digunakan untuk
mengembangkan teori yang dibangun melalui data yang diperoleh melalui lapangan.
f) Untuk
memastikan kebenaran data. Dengan metode ini, melalui teknik pengumpulan data
secara trianggulasi/gabungan, maka kepastian data akan lebih tejamin.
g) Meneliti
sejarah perkembangan. Dengan mengunakan data dokumentasi, wawancara mendalam
kepada pelaku atau orang yang dipandang tahu , maka sejarah perkembangan
seseorang akan diketahui.
F. Jangka
Waktu Penelitian Kualitatif
Pada umumnya penelitian dilaksanakan
dalam tahunan. Tetapi lamanya penelitian akan bergantung pada keberadaan sumber
data.interes dan tujuan penelitian. Selain itu juga akan tergantung cakupan
penelitian dan bagaimana peneliti mengatur waktu yang digunakan setiap hari
atau tiap minggu.
G. Apakah
Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Dapat Digabungkan
Setiap metode penelitian memiliki
keunggulan dan kekurangan. Oleh karena itu metode kualitatif dan kuantitatif
keberadaannya tidak perlu dipertentangkan karena keduanya saling melengkapi.
Menurut penulis , kedua metode tersebut dapat digunakan baersama-sama atau
digabungkan, tetapi dengan catatan sebagai berikut :
1. Dapat digunakan bersama untuk meneliti pada obyek
yang sama tetapi tujuan yang berbeda
2. Digunakan
secara bergantian. Pada tiap tahap pertama menggunakan metode kualitatif
sehingga ditemukan hipotesis
3. Metode
penelitian tidak dapat digabungkan karena paradigmanya berbeda. Tetapi dalam
penelitian kuantitatif dapat menggabungkan penggunaan teknik pengumpulan data
seperti penggunaan trianggulasi dalam penelitian kualitatif
4. Dapat
menggunakan metode tersebut secara bersamaan asal kedua metode tersebut telah
difaham dengan jelas dan seseorang telah berpengalaman luas dalam melakukan
penelitian.
H. Kompetensi
Peneliti Kuantitatif dan Kualitatif
1. Kompetensi
Peneliti Kuantitatif
a) Memiliki
wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang pendidikan yang akan diteliti
b) Mampu
melakukan analisis masalah secara akurat, sehingga dapat ditemukan masalah
penelitian pendidikan yang betul-betul masalah
c) Mampu
mengunakan teori pendidikan yang tepat sehingga dapat digunakan untuk
memperjelas masalah yang diteliti dan merumuskan hipotesis penelitian
d) Memahami
berbagai jenis metode penelitian kuantitatif seperti metode survey,eksperimen,action
research,expodt facto,eveluasi dan R & D
e) Memahami
teknik-teknik smapling, seperti probability sampling dan nonprobability
sampling dan mampu menghitung dan menjumlah sampel yang representative dengan
sampling error tentunya
f) Mampu
menyusun instrument baik test maupun nontest untuk emngukur berbagai variable
yang diteliti maupun menguji validitas dan reliabilitas instrument
g) Mampu
mengumpulkan data dengan kuesioner, maupun dengan wawancara observasi dan
dokumentasi
h) Bila
pengumpulan data dilakukan oleh tim maka harus mampu mengorganisasikan tim
peneliti dengan baik
i)
Mampu menyajikan data , menganalisis
data secara kuantitatif untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis
penelitian yang telah dirumuskan
j)
Mampu memberikan interpretasi terhadap
data hasil penelitian maupun hasil pengujian hipotesis
k) Mampu
membuat laporan secara sistematis dn menyampaikan hasil penelitian
kefihak-fihak yang terkait
l)
Mampu membuat laporan secara sistematis
dn menyampaikan hasil penelitian kefihak-fihak yang terkait
m)
Mampu mengkomunikasikan hasil penelitian
kepada masyarakat luas.
2. Kompetensi
Peneliti Kualitatif
a) Memiliki
wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang pendidikan yang akan diteliti
b) Mempu
menciptakan rapport kepada setiap orang yang ada pada situasi social yang akan
diteliti. Mencipitakan rapport berarti mampu membangun hubungan yang akrab
dengan setiap orang yang ada pada konteks social
c) Memiliki
kepekaan untuk melihat setiap gejala yang ada pada obyek penelitian
d) Mampu
menggali sumber data dengan observasi partisipan dan wawancara mendalam secara
trianggulasi serta sumber-sumber lain
e) Mampu
menganalisis data kualitatif secara induktif berkesinambungan mulai dari
analisis deskriptif, domain, komponensial dan tema kultural/budaya
f) Mampu
menguji kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan trasferabilitas
hasil penelitian
g) Mampu
menghasilkan temuan pengetahuan, mengkonstruksi fenomena , hipotesis atau ilmu
baru
h) Mampu
membuta laporan secara sistematis , jelas, lengkap , dan rinci
i)
Mampu membuat abstraksihasil penelitian
dan membuat artikel untuk dimuat kedalam junrnal ilmiah
j)
Mampu mengkomunik an hasil penelitian
kepada masyarakat luas.
I. Ruang
Lingkup Penelitian Pendidikan
1. Pengertian
dan Pendidikan
Dalam undang-undang No. 20 th 2003 tentang system
pendidikan nasional, pendidikan dapat diartikan sebagai usaha sadar dan untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran peserta didik secara katif
mengembangkan potensi dirinya, memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri , kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan
diperlukan dirinya, masyrakat bangsa dan negara.
2. Ruang
Penelitian Pendidikan
Pada ruang lingkup kebijakan pendidikan, penelitian
pendidikan terdapat enam bidang yaitu :
a) Perumusan
kebijakan tentang pendidikan yang dilakukan oleh MPR kebijaksanaan Preseden dan
DPR tentang pendidikan
b) Kebijakan
Mendiknas tentang pendidikan
c) Kebijakan
Dirjen, Gubernur, Bupati, Walikota, Diknas tentang pendidikan
d) Implementasi
kebijakan pendidikan
e) Output
dan Outcome Kebijakan Pendidikan.
Pada lingkup manajerial,
penelitian pendidikan meliputi bidang :
a) Perencanaan
pendidikan pada tingkat nasional
b) Organisasi
Diknas, Dinas Provinsi/Kabupaten/Kota dan institusi pendidikan
c) Kepemimpinan
Pendidikan
d) Ekonomi
Pendidikan
e) Bangunan
pendidikan , sarana, dan prasarana pendidikan
f) Hubungan
kerjasama antar lembaga pendidikan
g) Koordinasi
pendidikan dari pusat ke daerah
h) SDM
tenaga kependidikan
i)
Evaluasi pendidikan
j)
Kearsipan,perpustakaan dan museum
pendidikan.
Pada tingkat
institusional lingkup penelitian meliputi berbagai bidang yaitu:
a) Aspirasi
masyarakat dalam memilih pendidikan
b) Pemasaran
lembaga pendidikan
c) System
seleksi murid baru
d) Kurikulum,
silabe
e) Teknologi
pembelajaran
f) Media
pendidikan, buku ajar dll
g) Penampilan
mengajar guru
h) Manajemen
kelas
i)
System evaluasi belajar
j)
System ujian akhir
k) Kuantitas
dan kualitas lulusan
l)
Manajemen kelas
m) Unit
produksi
n) Perkembangan
karier lulusan
o) Pembiayaan
pendidikan
p) Profil
pekerjaan dan tenaga kerja DUDI
q) Kebutuhan
masyarakat akan lulusan pendidikan.
Jadi dapat disimpulkan
bahwa, penelitian pendidikan itu tidak hanya
dilakukan di sekolah saja melainkan juga di masyarakat yang memerlukan institusi sekolah dan masyarakat
yang menggunakan lulusan sekolah.
DAFTAR
PUSTAKA
Sugiyono,
2007, Metode Penelitian Pendidikan
(Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D)







0 komentar:
Posting Komentar
Tunjukkan jika tutur bahasmu baik dengan menggunakan kata-kata yang baik dan sopan :)