Jika ingin mendownload peta kognitif dibawah ini klik disini
KETERAMPILAN DASAR KONSELING
PETA KOGNITIF
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ketrampilan
Dasar Konseling
Dosen Pengampu : Muslikah,
M.Pd
Zakki Nurul Amin, S.Pd
Oleh
Femy
Ariefiane Chandra
1301413044
JURUSAN
BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
NEGERI SEMARANG
2014
PETA KOGNITIF
ATTENDING,
OPENING (PEMBUKAAN), ACCEPTENCE (PENERIMAAN)
Keterampilan
|
Definisi
|
Tujuan
|
Modalita
|
Contoh
|
Attending
(perhatian)
|
Ketrampilan
atau teknik yang digunakan konselor untuk memusatkan perhatian kepada klien agar klien merasa
dihargai dan terbina suasana yang kondusif sehingga klien bebas
mengekspresikan atau mengungkapkan tentang apa saja yang ada dalam pikiran,
perasaan, ataupun tingkah lakunya
|
Ø Meningkatkan
harga diri klien, menciptakan suasana aman bagi klien, memberikan
keyakinan kepada klien bahwa konselor adalah tempat dia mudah untuk
mencurahkan segala isi hati dan perasaannya, dan terbina suasana yang
kondusif.
|
·
Posisi duduk menghadap klien,
·
Tangan diatas pangkuan atau berpegang bebas,
·
Melihat klien ketika sedang berbicara,
·
Mengekspresikan minat dan
keinginan mendengarkan serta merespon klien.
·
Mendengarkan segala hal yang disampaikan oleh
klien.
|
Klien:
“Ibu, saya bingung mengapa saya terus kepikiran dengan nilai UAS saya padahal
saya sudah belajar dan mengerjakan dengan bersungguh-sungguh…..….”
Konselor:
“(tetap memandang, mendengarkan, dan merespon apa yang disampaikan oleh
klien)”
|
Opening
(pembukaan)
|
Ketrampilan
atau teknik untuk membuka atau memulai komunikasi atau hubugan konseling.
|
o Membina
hubungan baik antara klien dan konselor
o Memperoleh
kepercayaan dari klien.
o Memberikan
penghargaan kepada klien.
o
Klien dapat bebas dan nyaman
serta terbuka dalam mengungkapkan masalah.
|
v
Memberi atau menjawab salam, menyebut nama
klien dan mempersilahkan duduk,
v
Membukakan pintu ruang konseling,
v
Menjabat tangan, dan mendampingi klien saat
menuju tempat duduk
|
Klien:
“Selamat siang Bu”.
“Konselor:
selamat siang nak Risma. silakan duduk! (berjabat tangan dan mempersilakan
untuk duduk)”.
Klien:
(duduk)
Konselor:
“Bagaimana kabarnya nak? Bagaimana hasil nilai Unnya? Nampaknya kamu
kelihatan sedang sedih, apakah ada suatu hal yang ingin kamu bicarakan kepada
Ibu”
|
Acceptance
(penerimaan)
|
Teknik
yang digunakan konselor untuk menunjakan minat dan pemahaman terhadap hal-hal yang
dikemukakan klien.
|
§ Menunjukkan
kedekatan daripada sikap dan menunjukkan tingkat keterbukaan dan ketulusan
hati konselor
§ Klien
merasa dihargai dan diterima keberadaannya.
|
Modalita
ada 2 jenis :
v Verbal:
1.
oh….ya, kemudian/lalu,
2.
ya….ya,
3.
hem…,
4.
saya memahami,
5.
saya
dapat merasakan, dll.
v
Non-verbal:
1. Anggukan kepala
2.
Posisi duduk condong ke depan
3.
Perubahan mimik
2.
Memelihara kontak mata dll.
|
Klien:
“Bu, kemarin orang tua saya bertengkar lagi dan saya sedih melihatnya..”.
Konselor:
“Saya dapat memahami, memang masalah apa nak?”
Klien:
“Ceritanya panjang bu,kemarin ketika saya sampai rumah…….”
Konselor:
“(memperhatikan sambil memelihara kontak mata dan posisi duduk condong ke
depan)”.
|
PETA
KOGNITIF
RESTATEMENT
Keterampilan
|
Definisi
|
Tujuan
|
Modalita
|
Contoh Aplikasi
|
Restatement
(pengulangan)
|
Keterampilan
yang digunakan oleh konselor untuk mengulang atau menyatakan kembali
pernyataan klien yang dianggap penting.
|
ü Untuk
mengecek persepsi konselor itu sendiri
ü Untuk
menyakinkan bahwa konselor mengerti apa yang digambarkan konseli
ü Menemukan
kembali inti dari masalah yang disampaikan oleh klien.
|
Pengulangan
kata ex: tidak mau berteman
|
Klien:
“Bu, saya bingung dengan teman saya bu, semenjak kita berbeda kelas dia sudah
jarang mau menyapa maupun mengobrol dengan saya dan dia seperti sudah tidak
mau berteman lagi dengan saya bu”
Konselor:
“Temanmu tidak mau berteman lagi?”
|
PETA
KOGNITIF
REFLECTION
OF FELLING
Keterampilan
|
Definisi
|
Tujuan
|
Modalita
|
Contoh Aplikasi
|
Reflection
of feeling (pemantulan perasaan)
|
Keterampilan
yang digunakan oleh konselor untuk memantulkan perasaan atau sikap yang
terkandung dibalik pernyataan klien.
|
1. Membantu
klien memahami perasaannya,
2. Konseli merasa di mengerti
perasaan.
3. Agar klien lebih percaya diri
4. Mendorong klien agar lebih banyak
mengekspresikan perasaannya,
5. Membantu
klien membedakan intensitas
berbagai perasaan yang ada dalam
dirinya.
|
Respon refleksi secara
visual:
1.
Nampaknya
Anda…,
2.
Sepertinya Anda…
Respon refleksi secara
auditori:
3.
Kedengarannya
Anda…,
4.
Saya
mendengar bahwa Anda…
Respon refleksi secara
kinestetik: 1.
Saya dapat memahami…,
2. Anda sedang…
|
Klien:
“ Saya sedih dengan hasil nilai ujian saya semester kemarin karena saya sudah
berusaha bersungguh-sungguh namun hasil yang saya dapatkan tidak sesuai
dengan harapan saya”
Konselor:
“Nampaknya anda merasa sedih”.
|
PETA
KOGNITIF
CLARIFICATION
DAN PARAPRASHING
Keterampilan
|
Definisi
|
Tujuan
|
Modalita
|
Contoh Aplikasi
|
Clarification
|
Keterampilan
konselor untuk mengungkapkan kembali isi pernyataan klien dengan menggunakan
kata-kata baru dan segar.
|
1.
Mendorong klien untuk melakukan elaborasi
2.
Memeriksa
ketepatan apa yang didengar konselor terhadap pesan-pesan klien
3.
Memperjelas
pesan-pesan yang samar atau
membingungkan.
|
1. Pada
dasarnya…
2. Pada
intinya…
3. Pada
prinsipnya…
4. Dengan
kata lain….
|
Klien: “ Bu,
akhir-akhir ini barang-barang yang ada dikamar saya sering hilang
semenjak saya punya teman kos baru. Padahal setahun yang lalu saat saya
dengan teman kos yang lama tidak ada barang-barang saya yang hilang”.
Konselor: “Dengan
kata lain anda
beranggapan bahwa teman sekamar anda yang baru yang mencuri barang anda? “
|
Paraprashing (parafrase)
|
Keterampilan konselor untuk menggunakan kata-kata
dalam menyatakan kembali esensi dari ucapan-ucapan klien.
|
Memberi arahan jalannya wawancara konseling dan
menyatakan kembali ungkapan klien.
|
1. Nampaknya
yang Anda kaatkan …,
2. Jika
Anda berpikiran bahwa Anda…,
3. Menurut Anda…,
4. Anda
mengatakan bahwa Anda.....
|
Klien: “Saya bingung bu. Sahabat saya semuanya
menjauhi saya, saya bertengkar dengan teman kos saya, pacar saya mendiamkan
saya bu dan yang lebih parah lagi orang tua sayapun juga tidak menghubungi saya
semenjak semingu yang lalu bu..”
Konselor: “Anda mengatakan bahwa semua orang
terdekat anda menjauhi anda dari sahabat anda, anda bertengkar dengan teman
kos anda, dan orang tua andapun tidak perhatian dengan anda”
|
PETA KOGNITIF
STRUCTURING
Keterampilan
|
Definisi
|
Tujuan
|
Modalita
|
Contoh Aplikasi
|
Structuring
(pembatasan) terdiri dari:
· Time
limit
· Role
limit
· Problem
limit
· Action
limit
|
Teknik
yang digunakan konselor untuk memberikan batas-batas atau pembatasan dalam
proses konseling.
|
1. Agar proses
konseling dapat berjalan sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dalam
konseling.
2. Agar
terjalin persamaan pandangan antara konselor dengan klien.
3.
Klien
menjadi siap dalam proses konseling.
|
Role
limit:
1.
Menurut
pemahaman saya tentang konseling
Time limit, role limit, Action Limit:
1.
Untuk
memperlancar proses konseling…,
2.
Perlu
diketahui bahwa...Problem Limit:
1.
Dalam
masalah yang Anda kemukakan tadi terdapat…
|
Time limit dari Konselor :
Klien:
“Bu, sekarang ini saya sedang memiliki masalah dengan pacar saya di daerah
saya. Saya ingin membicarakan hal ini pada dia. Sebab masalah saya dengan
pacar saya sudah mengganggu
konsentrasi belajar saya di sekolah”.
Konselor:
“Baguslah, Anda datang kemari untuk membicarakan masalah Anda pada saya, akan
tetapi perlu diketahui bahwa kita
hanya mempunyai waktu 40 menit untuk membicarakan masalah ini, sebab nanti
jam 12.00 Ibu ada rapat dengan kepala sekolah. Oleh sebab itu, marilah kita
manfaatkan waktu yang singkat ini dengan sebaik-baiknya”.
Role Limit :
Klien : “ Bu, saya bingung bercerita
dengan siapa lagi? Saya sudah menjelaskan kepada pacar saya bahwa yang difoto
itu hanya teman saya, bukan selingkuhan saya. Namun dia tidak percaya dengan
saya bu. Karena itu saya datang kemari untuk meminta
nasihat dari ibu.
Konselor
:Iya, Ibu dapat memahami perasaan anda. Anda meminta nasihat dari saya? Tapi perlu anda ketahui bahwa saya
disini tidak dapat memberikan nasihat sebagaimana yang anda minta, namun marilah kita bicarakan bersama masalah anda
itu kemudian kita cari jalan keluarnya bersama-sama.
Problem Limit :
Klien
: “ Bu, saya galau. Disaat pelajaran berlangsung saya sering melamun
memikirkan pacar saya bu saya khawatir dengan dia yang sekarang sedang sakit.
Selain itu uang ibu yang dititipkan kepada saya hilang bu, apalagi teman
sekelas saya ada yang mendiamkan saya tanpa sebab bu. Saya harus bagaimana
bu? “
Konselor
: “ dalam masalah yang anda kemukakan tadi setidaknya ada tiga masalah yaitu
masalah pribadi anda yang sering melamun karena pacar anda, uang ibu yang
hilang, dan masalah didiamkan oleh teman sekelass. Nah dari masalah ketiga
tersebut mana yang mendesak untuk dibicarkan terlebih dahulu?”
Action Limit :
Klien
: “ Bu, saya tidak mau kedua orang tua saya bercerai bu. Saya ingin mereka
kembali satu rumah lagi dengan saya. (sambil menangis dan membuang-buang tisu
di ruangan konseling)
Konselor
: “ Iya, tenang-tenang anda boleh bercerita apa saja disini, tetapi satu hal
ya untuk memperlancar proses konselig boleh menangis namun tetap menjaga
kebersihan ruangan konseling ini”
|
PETA
KOGNITIF
LEADING
DAN SILENCE
Keterampilan
|
Definisi
|
Tujuan
|
Modalita
|
Contoh Aplikasi
|
Leading
(pengarahan)
|
Keterampilan
konselor untuk mengarahkan pembicaraan klien dari satu hal ke hal yang lain
secara langsung dan dengan menggunakan kalimat tanya.
|
1. Untuk
mendorong klien dalam merespon pembicaraan terutama pada awal-awal pertemuan
2. Mengeksplorasi
isi pembicaraan klien dengan faktor-faktor lain yang signifikan.
|
Lead
khusus:
apa…?, apakah…?, siapa…?, dimana…?
Lead
umum:
bagaimanakah…?, coba jelaskan…?, coba ceritakan…?
|
Lead Khusus :
Klien
: “ Bu, saya punya teman kos baru dikos saya namun dia sudah berani masuk
kamar saya tanpa ijin bu? “
Konselor
: “Apa yang dilakukan teman anda saat dikamar? “
Lead Umum :
Klien:
“Bu, saya punya masalah dengan teman satu kelas saya bu? “.
Konselor:
“Coba ceritakan kepada ibu apa
masalah anda dengan teman anda?”
|
Silence
(diam)
|
Keterampilan
konselor untuk menciptakan suasana hening dan tidak ada interaksi verbal
antara konselor dengan klien dalam proses konseling.
|
1. Memberikan
kesempatan pada klien untuk istirahat atau mereorganisasi pikiran dan
perasaannya atau mereorganisasi kalimat yang akan dikemukakan
selanjutnya.
2. Mendorong klien atau memotivasi klien untuk
mencapai tujuan konseling.
|
Diam untuk memberikan
kesempatan pada klien untuk istirahat sejenak setelah menumpahkan perasaannya
|
Silince dari Konselor :
Klien:
“Bu, bisa stress saya dengan tugas-tugas kuliah saya yang setiap pertemuan
saja mendapatkan satu tugas bu. Belum tugas yang saya bisa kerjakan selesai
kadang pun dalam satu mata kuliah itu ditambah tugas lagi.
Konselor:
“(diam untuk memberikan kesempatan agar
klien dapat istirahat sejenak setelah menumpahkan perasaannya)”.
Slince dari Konseli :
Klien : ”(datang langsung duduk,diam)”
Ko’n : (tersenyum untuk membuka pembicaraan) anda mempunyai
masalah? Kok datang-datang diam?”
Klien : “ tetap diam”
|
PETA
KOGNITIF
REASSURANCE
Keterampilan
|
Definisi
|
Tujuan
|
Modalita
|
Contoh Aplikasi
|
Reassurance
(penguatan atau dukungan) terdiri atas :
·
Prediction reassurance
·
Postidion ressauarance
·
Factual ressaurance
|
Keterampilan
yang dipakai oleh konselor untuk memberikan dukungan/penguatan terhadap
pernyataan positif klien.
|
1. Agar
klien menjadi lebih yakin dan percaya diri terhadap keputusan yang telah
diambil,
2. Agar klien dapat lebih tabah dan tegar dalam
menghadapi situasi atau hal-hal yang tidak menyenangkan bagi dirinya.
|
1.
Prediction reassurance(diawali approval
reassurance) lalu
dilanjutkan dengan kata: jika-maka, apabila-sehingga,tidak mustahil...,
bila-sehingga, tidak menutup kemungkinan.
2.
Postdiction reassurance: setelah…, atas usaha yang telah Anda
lakukan, dengan upaya yang telah Anda lakukan…
3.
Factual reassurance: sudah pasti…, sudah barang tentu…
Jenis
Approval reassurance:
bagus sekali, baik sekali, luar biasa, dan lain sebagainya.
|
Prediction reassurance :
Klien:
“Bu, saya bingung harus
bagaimana lagi akhir-akhir ini hubungan saya dengan pacar saya sedang tidak
baik bu. Malah kadang sehari kita bertengkar berkali-kali, padahal saya sudah
berusaha untuk mengalah dan tidak memperburuk keadaan tapi keadaannya pun
tetap saja tidak membaik.”.
Konselor:
“Bagus sekali jika Anda sudah
berusaha untuk mengalah dan tidak memperburuk keadaan tidak menutup kemungkinan pacar anda akan bisa membaik seperti
semula”.
Postdicition reassurance :
Klien
: “Bu, saya beberapa hari yang lalu benar-benar merasa sedih bu. Saya dikira
mengambil uang teman kos saya yang ada dikamarnya padahal saya seharian itu
tidak masuk ke dalam kamarnya dan pagi-pagi pun saya tidak ketemu dia.
Mungkin gara-gara kesalah-pahaman waktu itu saya ke kamarnya dan dia
meninggalkan saya sendiri dan dia berfikiran bahwa saya yang telah mengambil
uangnya. Untunglah bu dia bisa menerima penjelasan saya yang tidak sama
sekali mengambil uang teman saya walaupun dia sedikit tidak percaya.
Konselor
: “Bagus..bagus.., setalah anda berusaha menjelaskan
kepada teman anda tentang kesalah-pahaman tersebut ternyata teman kos anda
mau menerima penjelasan anda. “
Factual Reassurance :
Klien
: “ Bu, saya mempunyai sahabat sejak kecil dia itu anaknya pendiam, dan lugu.
Tapi saya sangat kaget bu kemarin saya di beri tahu teman kecil saya yang
satu kalau dia hamil diluar nikah padahal dia sangat pendiam bu dan setau
saya dia tidak punya pacar dan jarang dekat dengan lelaki.”
Konselor
: “ Iya, anda yang menjadi teman sejak kecil pun sudah pasti kaget ya
mendengar berita sahabat anda yang pendiam, dan lugu itu hamil diluar nikah.”
|
PETA
KOGNITIF
REJECTION
DAN ADVICE
Keterampilan
|
Definisi
|
Tujuan
|
Modalita
|
Contoh Aplikasi
|
Rejection
(penolakan)
|
Keterampilan
konselor untuk melarang klien melakukan perilaku, pemikiran, dan perasaan
yang akan membahayakan/merugikan dirinya atau orang lain.
|
1. Untuk
mengarahkan atau membatasi perilaku klien yang berbahaya.
2. Agar
klien memikirkan kembali rencana yang telh diputuskan.
3. Mendorong klien menempuh tindakan lain
sebagai pengganti tindakan yang merugikan.
4. Mencegah klien melakukan tindakan yang
merugikan dirinya.
|
Penolakan
secara halus:
Coba pikirkan lagi…
Penolakan
secara langsung:
1.
jangan…jangan
Anda berbuat seperti itu,
2.
saya
tidak setuju dengan rencana Anda…
|
Klien:
“Bu, saya sedang sedih sekali teman dekat saya tiba-tiba menjauh dari saya
dan akhir-akhir ini dia sering sekali membicarakan saya dengan teman yang
lain dengan perkataan yang tidak baik bu, saya seperti dihina dan dikata
wanita tidak baik bu saya sangat sedih sekali mendengar itu dari teman saya
yang diceritakan oleh teman dekat saya bu saya rasanya ingin sekali bunuh
diri karena harga diri saya seperti telah di injak-injak bu.“
Konselor:
“Jangan...jangan Anda berbuat seperti itu,
apa yang anda pilih bukanlah hal yang baik namun dapat merugikan diri anda
sendiri coba tenang dahulu dan bicarakan secara baik-baik dengan teman anda”.
|
Advice
(saran atau nasehat)
Ada 3
advice :
Ø Advice
langsung
Ø Advice
Persuasif
Ø Advice
Alternatif
|
Keterampilan
konselor untuk memberikan nasehat atau saran pada klien. Jenisnya :
1. Advice
langsung : saran/nasehat yang diberikan langsung klien berupa fakta jika
klien sma sekali tidak punya informasi
2. Advice
persuasive : saran/nasehat yang diberikan konselor bilamana klien
mengemukakan alasan-alasan logis dan dapat diterima rencana yang akan
dilakukan
3. Advice
alternative : nasihat/saran yang diberikan konselor setelah klien mengetahui
kelebihan dan kelemahan setiap alternative.
|
1. Agar
klien lebih jelas dan lebih pasti mengenai apa yang akan dikerjakan. (advice
persuasif).
2. Agar
klien mengetahui fakta mengenai informasi yang sama sekali belum klien
ketahui (advice langsung)
Agar
klien mangetahui kelebihan dan kekurangan setiap alternatif pilihan (advice
alternatif).
|
1.
Advice Langsung
a.
“Sebaiknya anda...”
b.“Seyogyanya...”
c.“Semestinya…”
2.Advice Persuasif
a. “Berdasarkan yang
anda ceritakan…maka.....”
b. “Berdasarkan
alasan Anda… maka…”
c. “Sesuai pernyataan
anda… maka…”
3. Advice Alternative
a. “Mari kita
bicarakan bersama…”
b. “Mari kita
diskusikan bersama…”
|
Advice langsung
Klien:
“ Bu, saya sebenarnya ingin membuka usaha pakaian dirumah saya namun saya
masih bingung harus memulai dengan yang mana dulu. Apa ibu bisa memberi tahu
caranya supaya saya bisa memulai usaha pakaian dari yang mana dulu?”
Konselor
: “Oh iya kebetulan ibu juga mempunyai teman yang memiliki usaha pakaian. Sebaiknya anda bertemu dengan teman
saya yang memiliki usaha pakaian dahulu supaya lebih jelas mana yang harus
dimulai terlebih dahulu.
Advice persuasive :
Klien
: “Bu, saya sebenarnya merasa sangat merepotkan orang tua saya bu, setiap
saya kehabisan barang bulanan saya selalu diberi barang yang berlebih untuk
cadangan saya dikos. Jadi saya merasa tidak bisa mandiri bu, saya tidak bisa
mengetahui apa saja barang-barang yang harus saya beli. Saya sangat ingin
bisa membeli barang perlengkapan saya sendiri tanpa meminta orang tua bu.
Konselor
: “ Berdasarkan yang anda ceritakan
bahwa anda merasa menjadi anak yang merepotkan orang tua dan tidak bisa
mandiri maka keinginan untuk bisa
membeli barang perlengkapan tanpa meminta orang tua itu merupakan ide yang
bagus selagi kamu mampu. “
Advice Alternative:
Klien
: “ Bu, bagaimana ini besok saya harus bertemu dengan klien saya yang ada di
dua tempat dengan waktu yang sama yang satu di Semarang yang satu di
Jogjakarta. Klien saya itu kedua-duanya sangat penting dan harus ditemui.
Saya bingung harus memilih yang mana? “
Konselor
: “ Baiklah, mari kita bicarakan
bersama keuntungan dan kerugian apabila anda memilih klien yang ada di
Semarang dan di Yogyakarta, sehingga nanti kita temukan pilihan yang paling
menguntungkan bagi anda”.
|
PETA
KOGNITIF
KONFRONTASI
No.
|
Jenis
|
Definisi
|
Tujuan
|
Modalita
|
Aplikasi
|
1.
|
Konfrontasi
|
Konfrontasi adalah keterampilan/ teknik yang digunakan oleh
konselor untuk menunjukkan adanya kesenjangan, diskrepansi atau inkongruensi
dalam diri klien dan kemudian konselor mengumpan balikkan kepada klien.
|
1.
Menyadarkan klien akan adanya kesenjangan-kesenjangan, perbedaan-perbedaan
dalam pemikiran dan tingkah lakunya
2. Agar calon konselor mempunyai daya kritis terhadap
factor diskrepansi atau inkonsistensi dari diri klien
3. Agar calon konselor mampu membuat kalimat-kalimat
konfrontasi yang baik
4. untuk membuat orang agar meng-ubah pertahanan yang
telah di-bangun & untuk meningkatkan komunikasi terus terang
|
a.
Kata-kata pem-buka
b. Tadi
Anda mengatakan bahwa...sementara....
c. Tadi Anda berkata bahwa.....tetapi....
d. Semula Anda berkata
bahwa......, belakangan.....
e. Awalnya Anda
mengatakan......., terakhir.....
|
Contoh 1: Antara
pernyataan dan tingkahlaku non verbal:
Ko’r : “Bagaimana dengan keadaan keluarga anda?”
Ko’i :“Em..
(dengan nada pelan) sudah membaik sih bu (sambil muka menunduk)”
Ko’r :”Anda
mengatakan sudah membaik, tetapi suara Anda kedengarannya menurun.”
Contoh
2: Tidak konsisten antara apa yang
diinginkan dan apa yang dilakukan oleh klien:
Ko’r : “Bagaimana dengan kedekatan anda dengan sahabat anda itu
apakah masih baik?”
Ko’i : “Masih bu, saya masih sering bersama
dia dan sering bersama namun dia akhir-akhir ini menyebalkan karena agak
egois (sambil mimic muka yang merengut)”
Ko’r : “Semula Anda berkata bahwa anda masih
dekat dengan sahabat anda n
sering bersama-sama semetara anda sedang kesal dengan sahabat
anda. ”
Contoh 3 Antara dua pernyataan:
Ko’r : “Apa Anda sudah
mendapatkan pekerjaan baru?’
Ko’i
: “sudah bu, saya sudah mempunyai
pekerjaan tapi kadang saya merasa lebih menyenangkan bekerja di tempat yang
dulu bu. Setiap saya bekerja ditempat ini saya hati saya masih berada
ditempat kerja saya yang dulu bu.”
Ko’r : “Semula Anda berkata bahwa anda sudah mendapatkan
pekerjaan baru sementara anda juga sering galau dengan tempat
kerja yang sedang anda jalani sekarang.”
Contoh 4 Antara dua tingkah laku non verbal:
Ko’r : “Apakah Anda
merasa sehat setelah kehujuanan permainan badminton tadi?”
Ko’i : “Iya saya merasa baik-baik saja, bu.
(sambil menggigil mendekap tangannya)
Ko’r : “Anda mengatakan merasa baik-baik saja,
namun sikap Anda menunjukkan bahwa Anda sedang sakit”
|
PETA
KOGNITIF
INTERPRETASI
Interpretasi (penafsiran)
Ada 3
jenisnya :
Ø Interprtasi
ganda
Ø Interpretasi
tunggal
Ø Interpretasi
Informasi
|
Keterampilan konselor dimana berarti atau
karena tingkah laku klien ditafsirkan atau diduga dan dimengerti dengan
dikomunikasikan pada klien.
Dari 3
jenis :
Ø Interpretasi
ganda : dilihat dari non verbal dan perkataan
Ø Interpretasi
tunggal : dilihat dari non verbal saja
Ø Interpretasi
informasi : dilihat dari pernyataannya.
|
Membantu klien agar lebih memahami diri
sendiri bilamana klien bersedia mempertimbangkannya dengan pikiran terbuka.
|
1. Interpretasi
ganda :
·
Dilihat
dari perilaku dan perkataan anda, sepertinya …..
2. Interpretasi
tunggal :
·
Sepertinya
anda…
3. Interpretasi
informasi :
·
Dari
pernyataan anda tadi anda menyebutkan …
·
Apakah
anda bermaksud..
|
Interpretasi ganda :
Klien
: “saya ingin bercerita bu tentang teman saya, dia baik sekali dan sikapnya
bu yang selalu mengajarkan saya hal kebaikan dan berperilaku yang sopan.
(sambil menunduk)
Konselor
: “Dilihat dari perilaku dan perkataan
anda, sepertinya anda kecewa dengan teman anda?”
Interpretasi tunggal :
Klien
: ( diam dan murung)
Konselor
: “ sepertinya anda sedang kecewa
dan sedih ya?“
Interpretasi Informasi :
Klien
: “ Saya ini sering gugup bu jika berhadapan didepan banyak orang, tapi
kemarin teman saya malah fatal bu didepan banyak orang untuk menyampaikan
pendapat malah berkeringat diseluruh tubuh“
Konselor
: “ Anda mengatakan bahwa anda sering gugup kettika disuruh berhadapan dengan
banyak orang, lalu anda juga menceritakan bahwa teman anda lebih parah lagi
yaitu berkeringat seluruh tubuh dihadapan banyak orang. Apakah anda bermaksud bahwa ada yang lebih parah dari anda ketika
berhadapan dengan banyak orang?“
|
PETA
KOGNITIF
SUMMARY
DAN TERMINATION
Keterampilan
|
Definisi
|
Tujuan
|
Modalita
|
Contoh Aplikasi
|
Summary (ringkasan atau kesimpulan)
|
1. Keterampilan konselor untuk menyimpulkan
atau meringkas mengenai apa yang telah dikemukakan klien pada
proses komunikasi konseling
2. proses memadukan beberapa ide dan perasaan
dalam satu pernyataan pada akhir suatu proses wawancara konseling.
|
1. Membantu klien dan konselor dalam menggabung
bagian-bagian
yang telah dibicarakan
2. Mengklarifikasi dan memfokuskan
sejumlah ide yang bertebaran
3. Mmembantu klien menyadari kemajuan yang telah
dicapainya, membantu mengakhiri proses wawancara konseling.
4. Memberi keyakinan kepada klien bahwa konselor
meresapi pesan klien.
|
Summary bagian:
untuk sementara ini…, sampai saat ini…, sejauh ini…, selama ini…
Summary akhir/keseluruhan:
sebagai kesimpulan akhir…, sebagai puncak pembicaraan
kita…, sebagai penutup pembicaraan kita…, dari awal hingga akhir pembicaraan
kita…
|
Summary bagian:
Konselor: “Sampai
saat ini dari pembicaraan yang telah kita lakukan dapat diambil kesimpulan
bahwa kita telah membahas masalah mengenai hubungan anda dengan
keluarga anda. Jadi
sekarang marilah kita cari cara-cara yang dapat membantu Anda untuk mengatasi
masalah tersebut”.
Summary akhir:
Konselor: “Dari awal hingga akhir pembicaraan kita, Anda berbicara mengenai
masalah keluarga anda
yang tidak kunjung selesai malah menganggu belajar anda . Oleh sebab itu, mulai besok Anda dapat
belajar dengan menggunakan beberapa cara efektif yang tadi telah kita bicarakan”.
|
Termination (pengakhiran)
|
Keterampilan konselor untuk mengakhiri
komunikasi konseling, baik untuk dilanjutkan pada pertemuan selanjutnya
maupun mengakhiri karena komunikasi konseling benar-benar berakhir.
|
Memiliki peta kognitif perjalanan
konseling, yaitu apa dan bagaimana tahap-tahap yang telah dilalui dan apa
yang merupakan tahap konseling mendatang, mencapai pemahaman antara konselor
dan konseli mengenai apa yang telah berhasil dicapai bersama dalam konseling,
mengkomunikasikan keperluan penyesuaian konseli terhadap pengambilan
tanggungjawabnya seusai proses konseling, memelihara persepsi yang pantas
pada konseli tentang penerimaan dan pemahaman konselor.
|
1.
Baik,
waktu telah menunjukkan…sesuai dengan kesepakatan…
2.
tidak
terasa sudah…menit, sesuai dengan apa yang sudah kita sepakati…
3.
Non verbal: melihat jam, melihat kondisi
klien, menata buku, dan lain-lain.
|
Konselor: “Tdak
terasa sudah 30menit, sesuai dengan apa yang sudah kita sepakati tadi bahwa pertemuan ini hanya 30 menit, maka marilah kita akhiri
pertemuan ini dan dapat dilanjutkan minggu depan.
|






Play at Slots at Win Real Money at the Best Casino
BalasHapusDiscover the best slots at 배당사이트 Win Real Money at the best 피망 포커 다운 casino sites! Our team 슬롯 of online slot machine experts provide bet365 korea you with 카드 게임 종류 some top-notch