Badan Pengembang Konservasi UNNES merupakan salah satu Badan yang ada di UNNES, dan mempunyai tugas untuk mengembangkan nilai-nilai konservasi di lingkungan UNNES dan sekitarnya Badan ini di deklarasikan pada tanggal 12 Maret 2010.
Badan Pengembang Konservasi UNNES mempunya 7 pilar konservasi yang terdiri dari :
1. Arsitektur Hijau dan Transportasi Internal
2. Biodiversitas
3. Energi Bersih
4. Seni Budaya
5. Kaderisasi Konservasi
6. Kebijakan Nir Kertas
7. Pengolahan Limbah
Program ini melputi daur ulang kertas, plastik, logam/kaleng, pengolahan limbah laboratorium, dan pengolahan bunga/daun kering. Sejak tahun 2009 telah dilakukan pemisahan tempat sampah antara sampah organik dan sampah anorganik di setiap gedung Unnes.
Program kelanjutan dari pemisahan sampah ini adalah adanya pengelolaan yang berkelanjutan sesuai dengan jenis sampah tersebut, sampah organik dikelola menjadi pupuk kompos, sedangkan untuk sampah anorganik dilakukan pemilahan untuk dilakukan daur ulang atau dikirim ke TPA.
Selain untuk menjaga kelestarian lingkungan diperlukan pula pengelolaan lingkungan meliputi pengelolaan sampah, daur ulang sampah organik menjadi kompos dan perencanaan Unit Pengelolaan Limbah Laboratorium Kimia dan Biologi.
Dalam pengolahan kompos ini warga sekitar lingkungan kampus juga dilibatkan agar terciptanya lapangan pekerjaan bagi warga sekitar guna mendukung budaya konservasi. Pengembangan pengolahan kompos ini dilakukan bertahap seiring peningkatan produksi pupuk kompos yang diproduksi.
Program ini merupakan upaya peningkatan kader konservasi baik di lingkungan UNNES maupun masyarakat sekitar UNNES. Kegiatan yang dilakukan antara lain adalah penjaringan kader, pelatihan kader melalui pendidikan konservasi, sosialisasi, dan memperluas kerjasamadengan pihak terkait dengan kegiatan konservasi dan lingkungan hidup.
Bersamaan dengan upaya konservasi secara ekologis, penguatan pada aspek sikap dan perilaku segenap warga universitas serta lingkungan disekitarnya yang mencerminkan nilai konservasi menjadi program konservasi di budang budaya.
Implementasinya lewat sosialisasi dan pembudayaansikap hidup ramah lingkungan, semangat menanam sekaligus merawatnya, mengutamakan nir kertas, efisien energi sekaligur pengembangan energi ramah lingkungan yang semua bermuara pada perlindungan dan penguatan.
Rumah kompos kembali hadir, kemarin tanggal 29 April 2014 pelatihan komposting kembali berjalan. Pelatihan komposting ini diberikan kepada seluruh mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Pendidikan Lingkungan Hidup. Mereka yang ingin mengikuti pelatihan komposting ini harus membayar biaya administrasi sebesar Rp 350.000,00 tiap kelompok dengan anggota kelompok 20 orang. Sebelum melakukan pelatihan, peserta diwajibkan memesan jadwal pelatihan terlebih dahulu. Adapun fasilitas berupa sertifikat, stiker, brosur, soft drink, materi ,dan semua yang hadir bisa mempraktekan bagaimana cara pembuatan kompos mulai dari pencacahan, penimbangan, pencampuran, penyimpanan hingga pengayaan. Jadi, mereka bisa paham dengan benar langkah - langkah dalam pembuatan kompos. Antusias dari mahasiswa sangat besar, mereka belajar sambil narsis bersama alat pencacah, alat pengayak maupun bersama pak budi, selaku instruktur dalam pembuatan kompos.
Dengan pelatihan komposting ini diharapkan, semua mahasiswa yang telah melakukan pelatihan mampu menerapkan apa yang sudah diperoleh dalam kehidupan sehari- hari, selain itu diharapkan mereka sadar akan pentingnya pengolahan sampah lebih lanjut guna mengurangi sampah yang kian semakin banyak dengan diiringi semakin banyaknya populasi yang ada. Kita sebagai kader konservasi diharapkan sadar akan pentingnya konservasi dalam berbagai hal, dimana konservasi Universitas Negeri Semarang tidak akan berhasil tanpa peran serta kita semua.
Antusias mahasiswa dalam proses pencacahan
Saat pencampuran antara kotoran kambing daun serta larutan EM4
Selain pelatihan komposting, tepatnya pada hari itu Rumah Kompos mendapat tamu spesial dari siswa siswi SMA Pondok Modern Selamat, Kendal. Dalam kunjungan tersebut hadir para anggota OSIS beserta guru pendamping dan beberapa guru yang notabene alumni dari Unnes. Dalam pelatihan komposting tersebut sungguh luar biasa, semangat serta antuias dari siswa siswi serta para guru sangat besar dalam pelatihan komposting. Bisa dilihat, mereka sangat tertib, disiplin dan juga smart.
Dalam kesempatan tersebut pembina OSIS SMA Pondok Modern Selamat mengucapan terima kasih atas sambutan yang telah diberikan. Kami berharap semoga apa yang telah diperoleh dapat dikembangkan di Pondok Modern Selamat, Kendal. Dan kami berpesan, agar mereka tidak segan-segan untuk berkunjung dan belajar kembali di rumh kompos dilain waktu. Disela sela praktek komposting saya sempat berbincang dengan seorang guru yang alumni unnes 2013, sangat mengenaskan saat beliau mengatakan bahwa beliau sudah 4 tahun lebih berada di Unnes dan sekarang baru mengetahui bahwa di almamaternya terdapat rumah kompos. Semoga hal tersebut hanya dialamai oleh alumni tersebut dan perlu usaha keras agar rumah kompos lebih banyak dikenal publik
Aksi Pak Budi dalam pemilahan sampah sebelum pencacahan
Antusias siswa siswi saat mendengarkan penjelasaan temtang pembutan kompos.
Narsis bareng bersama guru dan anggota OSIS SMA Pondok Modern Selamat, Kendal








wow nice kak...
BalasHapus